Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Jumat 1 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.852 25 101.477 2.350
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Bupati Vidcon bersama Mendagri Bahas Program Strategis

Selasa, 25 Januari 2022 | 09:43 WIB Last Updated 2022-01-25T02:43:55Z

Bupati Tanah Datar, Eka Putra vidcon bersama Mendagri.


Tanah Datar, Rakyatterkini.com - Bupati Tanah Datar, Eka Putra didampingi asisten, kepala SKPD mengikuti rapat kerja bersama Mendagri, Tito Karnavian.


Dalam rapat kerja membahas pelaksanaan program strategis kepala daerah mulai gubernur sampai bupati/walikota se-Indonesia, Mendagri menyampaikan agar kepala daerah menghindari praktik korupsi. 


Dikatakan Tito, setidaknya ada tiga elemen utama yang menjadi penyebab terjadinya tindak pidana korupsi, yakni sistem, integritas dan budaya. 


Penyebab korupsi di bidang sistem bisa terjadi karena biaya politik yang tinggi sampai sistem penerimaan ASN dengan imbalan. Di bidang integritas disebabkan moralitas dan mentalitas serta kurangnya kesejahteraan penyelenggara negara. 


Sedangkan bidang budaya disebabkan karena penyimpangan/tindakan korupsi sudah dianggap hal biasa atau tradisi, serta dimudahkan melaksanakan pertemuan secara fisik menimbulkan kerawanan korupsi. 


Upaya pencegahan korupsi bisa dilakukan dengan melakukan digitalisasi penyelenggaraan pemerintahan, melakukan pemetaan potensi terjadi korupsi pada organisasi pemerintahan, membenahi manajamen ASN dan menciptakan sistem lebih baik. 


Sementara itu Bupati Tanah Datar Eka Putra selepas Raker secara virtual itu menyampaikan kepada para asisten dan OPD yang hadir untuk segera mungkin menindaklanjuti penyampaian dari Mendagri. 


Dikatakan, ke depan tentu ada rapat lanjutan dengan OPD dan instansi terkait lainnya terhadap teknis kerja untuk menghilangkan kemungkinan korupsi di Tanah Datar. 


Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui Misi 2021-2026 pada poin 5 berbunyi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, efektif dan efesien" menjadi poin untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). (farid)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update