Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Jumat 3 Juni 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.828 45 101.434 2.349
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Bupati Solok Bantah Adanya Reklamasi Danau Singkarak

Selasa, 25 Januari 2022 | 08:15 WIB Last Updated 2022-01-25T01:15:14Z

Bupati Solok, Epyardi Asda bersama pimpinan DPRD saat di Danau Singkarak.


Solok, Rakyatterkini.com - Bupati Solok membantah ada reklamasi, di kawasan pinggir Danau Singkarak. Itu disampaikan Epyardi Asda  Senin, 24 Januari 2022, dalam pertemuan Pemkab Solok dengan  Komisi IV DPRD Sumbar.


Pimpinan DPRD dan Komisi IV DPRD Sumbar mendukung sepenuhnya atas terobosan pada sektor pariwisata yang dilakaukan oleh pemerintah kabupaten Solok yaitu dengan menarik para investor untuk melakukan ivestasi pada sektor wisata.


Bupati Solok Epyardi Asda beserta anggota DPRD Propinsi Sumbar dan DPRD Kab Solok justru tidak menemukan adanya kerusakan ekosistim Danau Singkarak, sebagaimana yang dikwatirkan oleh pemerintah pusat.


Bupati Solok Epyardi Asda pada kesempatan itu menjelaskan kepada anggota DPRD justru investor melakukan konservasi terhadap ikan - ikan bilih yang sudah mulai langka. Bisa dilihat ikan bilih, dan lainnya sudah bisa kita temukan lagi di sini, jelas bupati.


Dengan masuknya investor justru mempercantik kawasan dermaga Singkarak, dan membandingkan kawasan yang sedang dibangun investor dengan kawasan yang belum ditata.


"Dapat kita saksikan bersama mana lokasi yang belum tertata pasti banyak sampah berserakan, lalu bandingkan dengan yang sudah dikelola ini jauh lebih bersih, ”jelasnya.


Dia membantah adanya reklamasi, sambil memperlihatkan garis bibir danau dengan tanah yang dikelola investor sama dengan garis danau lainnya.


Jika pun berbeda tentu tidak mungkin danau ini lurus aja pasti ada belok-beloknya, dan  perlu diketahui danau ini juga mengalami pasang surut, terang Epyardi.


Menurutnya  bahwa investor yang akan mengembangkan wisata di dermaga Singkarak sudah membut konsep wisata air yakni snorkeling.


Konsep kata bupati justru berbeda jauh seperti yang diberitkan tentang rusaknya lingkungan danau. Wisata snorkeling adalah wisata dimana wisatawan dapat berenang dengan air yang jernih lalu melihat langsung kehidupan bawah air seperti ikan bilih, rumput air, dan keindahan lainnya. Justru kalau dirusak mana ada wisatawan yang akan datang.


Sehubungan dengan adanya laporan masyarakat terhadap pembangunan objek wisata di kawasan pinggir Danau Singkarak ke KPK, ia menduga ada oknum yang tidak senang  dengan jalannya pembangunan di sektor pariwisata.


Wakil Ketua DPRD Indra Dt Rajo Lelo, didampingi anggota komisi Desrio Putra serta anggota Komisi IV lainnya mendukung penuh dan mengupayakan keberlanjutan proses pembangunan yang sempat terhenti.


Menurutnya Danau Singkarak memiliki potensi wisata yang tidak hanya dinikmati oleh warga lokal, tapi juga internasional. Ini perlu difasilitasi agar minat singgah wisatawan meningkat.


"Kami akan mengundang mitra kerja untuk membahas persoalan apa yang menjadi penyebab berhentinya ini, "tuturnya. (hardean)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update