Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Jumat 1 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.852 25 101.477 2.350
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Aqila Bocah Malang Butuh Uluran Dermawan, Jantung Bocor Sejak Lahir

Sabtu, 29 Januari 2022 | 14:24 WIB Last Updated 2022-02-02T08:13:54Z

Bocah Aqila butuh uluran dermawan.

 Painan Rakyatterkini com-- Balita penyakit jantung bocor di Kampung Rimbo Tangah, Nagari Taluak, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, dambakan uluran tangan dermawan. 


Balita malang itu adalah Aqila putri, buah hati pasangan Mubertriandi (40) dan Marsha Yulia putri (30). Anak malang ini menderita jantung bocor sejak berumur 3 hari hingga kini, sudah berusia 3 tahun. 


"Anak saya sakit jantung bocor sejak usia 3 hari setelah kelahirannya. Gejala awal sebelum divonis sakit tersebut nafas Aqila seperti orang mendengkur, tangan, bibir dan kukunya pun membiru lebam," kata Mubertriandi, kepada Rakyatterkini com, Sabtu (29/1/2022).


Terlihat dengan kasat mata, badan balita ini tampak kurus kering,Pucat. Sesekali merengek mengeluhkan kesakitan di dalam perutnya. Sungguh malang nasibnya balita seumuran dia yang seharusnya bermain dan berbahagia,  harus menanggung beban penyakit yang ia derita.


Dengan tempat tinggal tidak memadai serta penghasilan yang pas-pasan sebagai Buruh tani, tidak cukup untuk membiayai pengobatan anaknya.


Pengasilannya tidak menentu, paling kisaran Rp50 ribu - Rp100 ribu perharinya. Tergantung ada yang membawanya ke kebun atau ke sawah mencari upahan. Benar-benar pilu kehidupan keluarganya. Sudahlah susah, ditimpa masalah pula lagi. 


Berbagai pengobatan sudah dilakukan orang tuanya untuk kesembuhan putri tercintanya. Salah satu pengobatan dan penanganan di RS M Jamil dan RS  M Zain Painan.


Seharusnya jalan satu satunya belita ini kata dokter, menjalani operasi bedah dari dada hingga perut dan dipasang katub buatan.Lantaran biaya tidak ada kedua orang tuanya, akhirnya memaksa belita ini di bawa ke rumah lagi.


"Kata dokter, anak kami harus dibawa ke Jakarta untuk melakukan Operasi.Supaya bisa normal seperti biasa. Namun, kedua orang tuanya tidak memiliki biaya sama sekali. Makanya, terpaksa niat itu kami urungkan," katanya.


Mubertriandi mengaku selama ini untuk mejalani pengobatan anaknya juga mendapatkan bantuan dari kawan-kawan yang simpatik kepada anaknya.


Dengan uluran tangan para donatur, ia berharap  anaknya segera bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik serta segera diberi kesembuhan.


"Saya mengucapkan banyak terima kasih sebelumnya, kalau ada  para donatur, yang telah membantu meringankan biaya pengobatan jantung bocor anak saya," ucapnya memelas. (baron)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update