Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Kamis, 13 Januari 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
89.881 13 87.714 2.154
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Soal Bupati Minta Rapat Anggaran di Daerah, Muhammad Umar : OPD Juga Harus Hemat

Rabu, 15 Desember 2021 | 16:29 WIB Last Updated 2021-12-15T09:29:17Z

Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi ketika pelantikan ketua DPRD.

Simpang Empat, Rakyatterkini.com  - Terkait dengan permintaan Bupati Pasaman Barat Hamsuardi agar hemat anggaran dan meminta  DPRD dalam membahas anggaran RAPBD 2022 di dalam kabupaten saja, mendapat respon dari sejumlah anggota DPRD Pasaman Barat yang dihubungi secara terpisah.


"Soal permintaan bupati itu sah-sah saja, tetapi seharusnya bupati melalui OPD-OPD nya juga harus inovatif menambah pemasukkan pendapatan asli daerah (PAD) bukan hanya mengandalkan DAU dan DAK saja, "kata Muhammad Umar, anggota DPRD Fraksi PPP ketika dihubungi Rakyatterkini.com Rabu (15/12/2021).


Menurut dia, kalau alasannya penghematan anggaran atau daerah kena defisit, seharusnya semua OPD di jajaran Pemkab juga melakukan penghematan jangan hanya DPRD saja yang disorot. 


"Para OPD kan juga mengadakan rapat-rapat atau pelatihan ke luar daerah. Jadi harus di dalam kabupaten juga, "timpal Umar.


Lagi pula imbuh Umar, pembahasan anggaran RAPBD tersebut, sudah diplotkan pada anggaran sekretariat DPRD tiap tahun, bukan anggaran Pemkab Pasaman Barat.


"Anggarannya tidak seberapa kok itu yang dipersoalkan, tetapi kalau sama-sama konsisten dan komit untuk menghemat anggaran mari sama-sama hemat pula dengan semua OPD Pemkab Pasaman Barat," kata Umar. 


Senada dengan itu Muhammad Guntara, anggota DPRD dari Partai Nasdem menyebutkan, pada prinsipnya dia setuju apa yang disampaikan bupati untuk pembahasan anggaran di Pasaman Barat saja.


"Namun bupati harus konsekuen termasuk juga kegiatan pelatihan-pelatihan  yang dilaksanakan beberapa OPD dilaksanakan juga di Pasaman Barat. Namun demikian untuk kegiatan di DPRD saya serahkan kepada  Bamus (Badan Musyawarah) DPRD yang telah menetapkan jadwal kegiatan DPRD," Guntara menimpali.


Sementara anggota DPRD dari PKB M Nasir berpendapat setuju saja kalau pembahasan anggaran dilaksanakan di kabupaten, tetapi kalau yang krusial harus ke luar kabupaten. 


"Kalau ingin hemat anggaran, saat rapat anggaran itu bawa yang penting-penting saja, jangan terlalu ramai. Jadi dengan begitu akan bisa sedikit menghemat anggaran," sebut Nasir.


"Tetapi, sesekali tak apalah keluar daerah agar ada penyegaran dalam bekerja, " imbuh Nasir, anggota Komisi I ini.


Seperti diberitakan media ini sebelumnya Bupati Hamsuardi dalam sidang paripurna pelantikan PAW Ketua DPRD H Erianto, Senin (13/12/2021) di aula DPRD meminta kepada DPRD agar rapat anggaran di laksanakan di kabupaten saja demi penghematan anggaran dimasa pandemi ini.


"Saya minta pembahasan anggaran RAPBD nanti dilaksanakan di kabupaten saja. Karena kalau ke luar daerah saya lihat pemborosan anggaran, bayar hotel, transpor, ini lah, itu lah yang mengikut tanpa diundang pun ada. Kita harus bayar menginap pula dan sebagainya. Anggaran itu cukup besar. Sebaiknya anggaran pembahasan itu kita manfaatkan saja untuk pembangunan Pasaman Barat," kata Hamsuardi.


Mengingat besarnya nilai pemborosan pembahasan anggaran APBD di luar daerah itulah, Hamsuardi meminta agar memanfaatkan gedung DPRD Pasaman Barat atau pun hotel yang ada di daerah sendiri.


Dia menyebut selama ini pembahasan anggaran DPRD Pasaman Barat selalu di laksanakan di hotel berbintang di Padang atau daerah lainnya. 


Alangkah bermanfaatnya biaya pembahasan anggaran itu dimanfaatkan untuk peningkatkan kesejahteraan masyarakat atau pembangunan fisik lainnya, apalagi saat ini masyarakat dalam keadaan sulit sejak diterpa Covid-19.


"Kenapa harus ke Padang, di daerah kita kan bisa?" tanya Hamsuardi.  (junir Sikumbang)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update