Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Kamis, 13 Januari 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
89.881 13 87.714 2.154
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pasia Jambak Diguncang Gempa, Ini Hanya Simulasi Tanggap Darurat Mahasiswa Profesi Keperawatan Unand

Selasa, 28 Desember 2021 | 06:28 WIB Last Updated 2021-12-27T23:30:08Z

Simulasi tanggap darurat mahasiswa Profesi Keperawatan Unand.

Padang, Rakyatterkini.com - Telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 6.8 Skala Richer (SR), di Pasia Jambak Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. 


Diperkirakan gempa tersebut  berpusat di 30 KM Barat Daya Padang Pariaman dengan kedalaman 20 KM di bawah permukaan laut.


Gempa yang datang tiba tiba itu disebutkan berpotensi menimbulkan tsunami, sehingga warga di Kelurahan Pasia Nan Tigo dan sekitarnya panik luar biasa.


Menghadapi kondisi tidak menentu tersebut, Lurah Pasia Nan Tigo, Taslim, cepat bertindak mengimbau kepada seluruh warga untuk tetap tenang dan mengarahkan warganya agar segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.


Seiring dengan masa tanggap darurat datanglah bantuan dari Dinas Kesehatan, PMI, TNI, Polri dan beberapa sukarelawan. Kemudian BPBD mengkoordinir pembentukan tim bantuan bencana yang terbagi dalam beberapa Tim yang ditugaskan segera.


Demikianlah skenario simulasi tanggap darurat bencana di Pasia Jambak Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, yang dilaksanakan mahasiswa profesi keperawatan Universitas Andalas (Unand) Padang, Senin 27 Desember 2021.


Simulasi tanggap darurat bencana merupakan salah satu kegiatan mahasiswa profesi keperawatan Unand, yang sedang melaksanakan praktek keperawatan kebencanaan di Pasia Jambak, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, semenjak November lalu.


Ketua Kelompok praktek keperawatan kebencanaan di Pasia Jambak Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Hoddy Firman Putra, mengatakan, simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dan masyarakat dalam menghadapi bencana.

 

Selain itu, simulai dimaksudkan sebagai wahana pendidikan dan latihan guna mengembangkan ilmu pengetahuan dalam bidang keperawatan bencana.


Serta menciptakan generasi atau kader-kader relawan bangsa yang siap mendharma baktikan diri dalam peran management kebencanaan.


Hadir menyaksikan acara simulasi tanggap darurat bencana tersebut, dosen koordinator keperawatan bencana, Elvi Oktarina, dan dosen pembimbing kelompok  keperawatan bencana, Ns. Ilfa Khairina. (Rinaldi)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update