Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 16 November 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
89.819 124 87.543 2.152
sumber: corona.sumbarprov.go.id

SDN 04 Kudu Gantiang Rusak Berat, Atap dan Plafon Bolong-bolong

Rabu, 24 November 2021 | 06:48 WIB Last Updated 2021-11-23T23:48:21Z

Anak-anak membersihkan lantai sekolah yang direndam air.


Pariaman, Rakyatterkini.com - Puluhan anak di Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur Kampuang Dalam, Padang Pariaman, menelan pilunya dunia pendidikan. 


Sebab, sekolah yang menjadi tempat untuk menimba ilmu, tak seindah sekolah Ddasar (SD) pada umumnya.


Proses belajar mengajar (PBM), para siswa SD Negeri 04 di Kudu Gantiang ini harus belajar di kelas yang bocor, beralaskan lantai semen kusam, dengan plafon yang sudah bolong-bolong, serta dikelilingi dinding yang ditumbuhi lumut termakan usia.


Secara keseluruhan kondisi gedung SD Negeri 04 ini rusak berat seperti halnya lantai sekolah, dinding dan plafon. Ironisnya lagi, satu ruang dibuat dua kelas disekat menggunakan dinding pembatas darurat.


Kondisi memprihatinkan ini seakan sudah menjadi hal yang lumrah bagi guru dan murid di sekolah tersebut. Ruang kelas tak layak itu, masih digunakan meski sangat membahayakan. 


Sudah setahun lebih para siswa SD N 04 V Koto Timur merasakan kesulitan menjalankan aktivitas belajar di sekolahnya.


Jika hujan, pelajar harus bersiap-siap untuk bergotong royong untuk menyelamatkan buku-buku agar tidak basah, menyapu air yang menggenang di lantai kelas.


Tidak jarang mereka harus melipat bagian bawah celana agar tidak basah, sedangkan kaos kaki dan sepatu juga harus dicopot. Sekolah ini dua lantai.


Kepala sekolah SD 04 V Koto Timur, Zuraina mengatakan tiga unit kelas yang berada di lantai dua paling terdampak jika hujan deras melanda. Jika hujan turun, maka aliran air akan masuk ke dalam kelas-kelas tersebut.


Dengan keterbatasan dana, pihak sekolah hanya mampu mengantisipasi hal tersebut dengan memasang plastik terpal agar kucuran air hujan tidak langsung mengganggu aktivitas belajar mengajar.


"Kondisi seperti ini sudah sejak Juli 2020 kami alami hingga sekarang, kasihan anak-anak kita (pelajar SD 04 V Koto Timur," ujar Zuraina, Senin (22/11/2021).


Ia menyampaikan, meskipun sudah dipasangi terpal, tetap saja air hujan bisa masuk ke dalam kelas, karena terpal yang ada tidak bisa menutupi keseluruhan luas kelas tersebut.


Parahnya lagi kata Zuraina, jika hujan deras tiga kelas di lantai dua akan tergenang, dan merembes ke lantai satu. Dilantai satu kelas yang ada, juga terdapat kantor kepala sekolah dan ruang majelis guru.


"Jadi jika hujan lebat, air dari lantai dua akan merembes ke dalam kelas yang ada di lantai satu, serta juga ke dalam kantor kepala sekolah dan ruangan guru," ujar dia lagi.


Zuraina menyampaikan kesedihannya atas infrastruktur sekolah yang rusak tersebut. "Setiap malam saya selalu cemas jika saja hujan lebat mengguyur pada malam atau pagi, karena kasihan sama anak-anak (pelajar SD 04 V Koto Timur), "kata Zuraina.


Ia juga mengungkapkan, sebelumnya aktivitas sekolah juga pernah dialihkan ke sebuah Musala yang berada tidak jauh dari SD tersebut.


Kepsek melanjutkan, aktivitas belajar mengajar dilanjutkan kembali di gedung sekolah, antisipasi terhadap dampak hujan dilakukan dengan memasang plastik terpal.


Selain sebagian besar atap yang sudah bocor, SD N 04 V Koto Timur juga kekurangan bangku tempat duduk untuk siswa.


"Masih ada siswa yang duduk sebangku berdua, bahkan juga memakai bangku dari ruangan guru," lanjut dia.


Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Pariaman Anwar menyebutkan dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah setempat, pihaknya akan mengupayakan mencari peluang dari dana DAK pusat.


Ia menyebutkan, sebanyak 410 bangunan Sekolah Dasar (SD) yang ada di daerah ini, 52 persen rusak. Artinya, sebanyak 52 persen kondisi bangunan sekolah SD di Padang Pariaman rusak. (sgr)

×
Berita Terbaru Update