Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 16 November 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
89.819 124 87.543 2.152
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Penanganan Banjir, Warga tak Butuh Beras dan Mie Instan, yang Dibutuhkan Langkah Kongkrit

Kamis, 18 November 2021 | 23:04 WIB Last Updated 2021-11-18T16:04:18Z

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, didampingi Kapolda dan Bupati tinjau lokasi banjir Serdang Bedagai.


Sergai, Rakyatterkini.com - Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya menuturkan masyarakat yang terdampak banjir sudah mendapatkan bantuan bahan kebutuhan pokok dengan cukup. 


Saat ini, bantuan beras, mie instan dan lainnya tidak lagi dibutuhkan warga, justru yang dibutuhkan langkah kongkrit penanganan, agar banjir tidak kembali terulang.


Itu diungkapkan Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya saat menerima kunjungan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi beserta rombongan melihat kondisi pengungsi korban banjir di bantaran sungai Belutu atau sungai Sei Rampah di Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kamis (18/11/2021).


Bupati Darma Wijaya menjelaskan bahwa tahun ini Serdang Bedagai melakukan pengerukan sedimen atau pendangkalan sungai Belutu atau sungai Sei Rampah sepanjang 1,5 kilometer.


Namun langkah itu masih sangat kurang untuk mengatasi banjir, karena terjadi sedimen sungai dan penyempitan sungai sepanjang 33 kilometer dari hulu ke hilirnya.


Selain itu banjir di tahun ini tergolong cukup parah karena mirip banjir seperti 20 tahun lalu. Banjir juga diperparah karena naiknya air laut, sehingga aliran air tidak lancar.


Ini kejadian terparah setelah 20 tahun yang lalu. Laut tidak lagi bisa menampung sehingga aliran air tertahan di Kecamatan Tanjung Beringin dan meluap ke pemukiman warga, diperparah dengan intensitas curah hujan yang tinggi memperparah keadaan.


Bersama Wakil Bupati Adlin Umar Yusri Tambunan, Bupati Darma Wijaya pun meyakini masalah ganti rugi lahan untuk memperlebar dan mempertinggi tanggul sungai akan dapat diselesaikan dengan segera sehingga tahun depan, normalisasi sungai dan Planing pengerjaan sungai Sei Rampah dapat segera berjalan.


"Persoalan ganti rugi lahan akan kami selesaikan. Karena memang rakyat menginginkan itu dan ia yakin itu segera selesai, "ujar bupati.


Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menjelaskan pengerjaan akan dilakukan tahun depan. Sedimen sungai dan normalisasi akan mulai dikerjakan tahun depan.


"Tahun lalu saya datang kemari juga banjir. Saya setuju kata Bupati. Banjir bukan jadi tempat tontonan. Kalo kita hadir nonton bawa mie instans bawa beras itu gak selesaikan masalah. Kita akan segera selesaikan masalah ini, "tegas Gubernur.


Iapun meminta agar Bupati segera menyelesaikan masalah ganti rugi lahan sehingga pengerjaan dapat segera dilakukan.


"Pak Bupati sudah tentang ganti rugi lahan. Usai surut kita langsung kerja. Saya minta diselesaikan persoalan ini. Kasihan petani terganggu. Kasihan orang kerja juga terganggu. Saya minta semua pihak berkoordinasi dengan ketat, setelah itu laporkan kepada saya, "tandasnya.


Lebih lanjut perwakilan BWS Sumatera Utara, Bambang mengatakan pihaknya sudah mendesain dari hulu hingga ke hilir.


"Larap dan Amdal sudah ada. Ini sudah diprogramkan. Masalahnya selama ini ganti rugi lahan. Tahun depan ada perbaikan tapi spot per spot. Sedimentasi dan pelebaran sungai tahun depan akan kami kerjakan, "jelasnya.


Sesuai dengan desain, penanganan akan dilakukan dengan cara meninggikan tanggul hingga 2 meter dengan mendatangkan tanah timbun dari luar.


"Kita yakin setelah permasalahan ganti rugi lahan selesai kita akan segera mulai pengerjaan." (hrp)




×
Berita Terbaru Update