Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu, 17 Oktober 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
89.631 430 87.061 2.140
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pemerintah akan Tuntaskan Konflik Agraria di Pasaman Barat

Senin, 05 Juli 2021 | 16:45 WIB Last Updated 2021-10-05T09:50:06Z
Rapat pembahasan konflik agraria.


Pasaman Barat, Rakyatterkini.com - Pemerintah terus berupaya menyelesaikan konflik agraria yang melibatkan berbagai pihak termasuk masyarakat dengan perusahaan, termasuk di Pasaman Barat.


Sebuah upaya nyata dalam mengurai dan menyelesaikan konflik agraria pun dilakukan. Belum lama ini, Kepala Staf Presiden Moeldoko membentuk Tim Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria dan Penguatan Kebijakan Reforma Agraria 2021. Tim menjadi terobosan yang dilakukan pemerintahan Joko Widodo untuk menyelesaikan persoalan-persoalan menyangkut agraria.


Tim yang bersifat ad-hoc ini diketuai Moeldoko dengan wakil ketua Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Keanggotaan tim ini berasal dari 14 kementerian dan lembaga, termasuk pimpinan TNI dan Polri, serta pimpinan holding PTPN dan Perhutani.


Di dalam tim ini bergabung pimpinan dari empat organisasi masyarakat sipil (CSO) sebagai mitra pemerintah dalam pelaksanaan reforma agraria, dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Serikat Petani Indonesia (SPI), Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial (Gema PS) Indonesia dan Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA).


Dalam rangka upaya penyelesaian konflik agraria, Serikat Petani Indonesia Wilayah Sumatera Barat bersama Kantor Wilayah Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional wilayah Sumatera barat mengadakan hearing guna mendiskusikan konflik agraria di Pasaman Barat. 


Ali Padri, Senin (5/7/2021) menerangkan, empat lokasi konflik agraria di Pasaman Barat merupakan prioritas. "Empat basis ini menjadi prioritas karena memiliki dasar yang kuat dan sudah menempuh jalan yang panjang dan berlarut-larut selama ini, dengan masuknya empat basis ini dalam upaya penyelesaian konflik agraria tentu menjadi angin segar bagi petani. Semoga apa yang diharapkan benar benar terwujud," ujar Ali.


Yoggy menambahkan, agar pihak-pihak yang masuk dalam tim penyelesaian konflik agraria bisa membangun komunikasi dan bersinergi dalam penyelesaian konflik agraria.  


Selaras dengan pernyataan Yoggy, Meiven Indra juga berharap agar semua pihak saling membangun komunikasi. "Kita berharap semua pihak yang menjadi tim ini bisa saling berkomunikasi dan berkerjasama dalam upaya penyelesaian konflik agraria, baik dari level kabupaten hingga pusat," ujar Meiven. (gjr)




×
Berita Terbaru Update