Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu, 17 Oktober 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
89.631 430 87.061 2.140
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Gubernur: Masjid dan Pesantren Perkuat ABS-SBK

Jumat, 08 Oktober 2021 | 16:46 WIB Last Updated 2021-10-08T09:46:24Z
Gubernur Mahyeldi resmikan Masjid Al Ahmad, Cupak, Solok. 

Solok, Rakyatterkini.com - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menilai pendirian Masjid Al Ahmad dan Cupak Islamic Boarding School, di Nagari Cupak, Gunung Talang, Kabupaten Solok akan memberikan penguatan falsafah Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).


"Pembangunan masjid dan lembaga pendidikan yang representatif ini bernilai strategis dan sesuai serta relevan dengan RPJMD Sumbar 2021-2026 yaitu penguatan ABS-SBK, "kata Gubernur saat meresmikan Masjid Al Ahmad dan peletakan batu pertama gedung A Cupak Islamic Boarding School di Apalamo Nagari Cupak Kabupaten Solok, Jumat 8 Oktober 2021.


Gubernur mengatakan Nagari Cupak telah dikenal sebagai nagari yang mengamalkan nilai-nilai keagamaan yang kental. Karena itu pembangunan masjid dan pesantren sangat relevan untuk memberikan penguatan kualitas SDM masyarakat.


Ke depan ia meminta semua pihak untuk bersama-sama membantu agar masjid dan pesantren tersebut bisa berdiri dengan cepat sehingga memberikan manfaat kepada masyarakat.


Kakanwil Kemenag Wilayah Sumbar, diwakili Kabid Pendidikan Islam mengatakan untuk mendirikan pesantren ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sesuai  UU nomor 18 tahun 2019. Syarat itu diantaranya ada kyai, santri, pondok atau asrama, kegiatan pelajaran dan kajian kitap kuning.


"Syarat itu diharapkan bisa dilengkapi untuk pengajuan permohonan pendirian pesantren," katanya.


Bupati Solok yang diwakili staf ahli Muliadi Marcos, mengatakan pihaknya siap membantu pembangunan masjid dan pesantren itu agar bisa berstandar internasional.


Wali Nagari Cupak Fahmi Bahar mengatakan rencana pembangunan sebenarnya sudah mulai digagas 2004 namun baru sekarang bisa dilaksanakan karena ada keluarga yang mewakaqkan tanah pada nagari. (adpim)




×
Berita Terbaru Update