Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 16 November 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
89.819 124 87.543 2.152
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Sumbar Percepat Pemanfaatan Incenerator Limbah B3 Medis

Senin, 27 September 2021 | 11:57 WIB Last Updated 2021-09-27T04:57:57Z

Peserta rakor persampahan dan limbah B3 medis.

Padang, Rakyatterkini.com - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi memerintahkan semua pihak untuk mempercepat pemanfaatan incenerator limbah medis B3 mengantisipasi penumpukan yang akan memicu persoalan kesehatan dan sosial.


"Ada dua hal yang urgen. Pertama limbah medis B3 dan Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) sampah yang mulai penuh. Secepatnya solusi harus ada, "tegasnya saat memimpin rapat koordinasi persampahan dan limbah B3 medis, Minggu 26 September 2021.


Ia mengatakan insinerator limbah B3 medis bantuan dari KLHK dibangun dalam rangka mengatasi darurat limbah B3 medis di Provinsi Sumatera Barat. 


Berdasarkan Surat Direktur dengan VPLB3LNB3 Ditjen PSLB3 KLHK Nomor S.581./VPLB3/PPLB3/PLB.3/9/2021 tanggal 10 September 2021 tentang pengolahan limbah B3 medis Covid - 19 merupakan dispensasi yang diberikan kepada daerah dalam rangka mengatasi kondisi darurat limbah B3  medis COVID-19.


Dalam rapat ini juga disepakati untuk mempercepat proses kelembagaan insinerator , kepemilikan aset dan izin penggunaan lokasi milik Pemko Padang serta pembangunan akses jalan ke lokasi insinerator.


"Masalah kepemilikan aset dengan KLHK dan mekanisme kerjasama dengan Pemko Padang terkait penggunaan lahan milik Pemko Padang, tolong dipercepat agar tidak ada lagi permaslahan yang timbul dikemudian hari", ujar beliau.


Terkait pengurangan sampah, Pemprov akan membuat surat edaran ke kab/kota untuk peningkatan upaya pengurangan sampah serta akan merancang konsep kerjasama pengurangan  sampah secara terpadu dari hulu-hilir dengan pemerintah Kab/Kota.


Sedangkan untuk pengurangan sampah yang akan dibuang ke TPA ada beberapa langkah konkrit yang akan dilaksanakan seperti pemilhan sampah organic - an organic dari masing- masing sumber, pengembangan budidaya magot BSFserta pengembangan pupuk organik (kompos). (adpim)

×
Berita Terbaru Update