Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 16 November 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
89.819 124 87.543 2.152
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Sarana dan Prasarana Penanganan Kebakaran Sangat Terbatas di Pesisir Selatan

Jumat, 24 September 2021 | 07:16 WIB Last Updated 2021-09-24T00:16:46Z

Damkar Pesisir Selatan.


Painan, Rakyatterkini.com - Sarana dan prasarana penanganan bencana kebakaran sangat terbatas di Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat.


Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (Damkar) Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Dispol PP dan Damkar) Pesisir Selatan, Dongki Agung Pribumi ketika bincang-bincang dengan Rakyatterkini.com, Kamis 23 September 2021.


Agung mengatakan, saat ini untuk sarana dan prasarana dalam penanganan musibah kebakaran di Pessel belum dalam jumlah yang ideal. Kondisi ideal, sebutnya, dalam penanganan kebakaran setiap radius 7,5 kilometer ada 1 unit pos damkar yang dilengkapi dengan 5 orang personel dan 1 unit mobil damkar. 


"Sebab rentang waktu penanganan ketika terjadi laporan kebakaran adalah selama 15 menit, mulai dari pengisian air hingga api padam," jelasnya.


Akan tetapi, lanjutnya, hal itu tidaklah memungkinkan sehingga setidaknya Pessel butuh penambahan 2 titik pos damkar lagi dan pemindahan 1 titik pos damkar.


Dua titik itu adalah di Kecamatan Koto XI Tarusan dan Kecamatan Silaut. Sebab dua kecamatan itu jangkauannya cukup jauh dari pos damkar terdekat.


Sedangkan pemindahan titik pos damkar adalah titik pos damkar di Balaiselasa ke Kecamatan Linggo Sari Baganti. Alasannya, titik pos damkar terlalu berdekatan dengan titik pos damkar yang berada di Kambang.


"Saat ini Pessel baru memiliki 5 unit damkar, dan 4 Pos Damkar. Empat Pos Damkar itu diantaranya adalah Pos Damkar Painan, Kambang, Balaiselasa, dan Tapan," terangnya.


Ditambahkan, wilayah Pesisir Selatan yang memanjang 243,2 kilometer dari utara ke selatan dengan berbagai medan yang sulit tentu tidak mampu menjangkau wilayah yang memanjang dalam waktu singkat bila hanya memiliki 5 mobil damkar.


Apalagi 1 unit diantaranya tidak bisa menyemprotkan air, sehingga hanya difungsikan sebagai armada angkut air saja bila kebakaran terjadi.


Untuk memenuhi keterbatasan sarana dan prasarana tersebut,  pihaknya terus berupaya mencari peluang-peluang bantuan untuk penambahan unit mobil pemadam kebakaran.


Dikatakannya, bahwa upaya itu mesti dilakukan, karena penambahan pos dan mobil damkar menyangkut keselamatan jiwa serta harta benda masyarakat.


Dalam upaya mengantisipasi kebakaran, pihaknya juga mendorong masyarakat agar menyediakan racun api, karung goni dan memeriksa segala sesuatu di dalam rumah yang bisa menyebabkan kebakaran.


Selain imbauan itu, pihaknya juga telah melakukan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat tentang bagaimana mengantisipasi kebakaran sejak dini dan dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran. (baron)

×
Berita Terbaru Update