Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 14 September 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
88.400 2.552 83.778 2.070
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Mangrove untuk Mitigasi dan Perekonomian Masyarakat Pesisir

Rabu, 01 September 2021 | 21:46 WIB Last Updated 2021-09-06T10:49:24Z
Gubernur Sumbar, Mahyeldi tanam mangrove di pantai Maligi, Pasaman Barat.

Pasaman Barat, Rakyatterkini.com - Penanaman mangrove dan cemara laut di bibir pantai memiliki fungsi ganda, selain untuk mitigasi bencana sebagai penahan air saat tsunami juga untuk pariwisata yang mendukung perekonomian masyarakat pesisir.


"Konsultasi kita dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mangrove dan cemara laut ini sangat efektif untuk penahan gelombang jika terjadi tsunami. Lingkungan mangrove juga bisa dimanfaatkan untuk pariwisata," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi saat menghadiri penanaman pohon tersebut di Nagari Maligi Kecamatan Sasak Ranah Pesisir Kabupaten Pasaman Barat, Rabu 1 September 2021.


Ia mengatakan mangrove dan cemara laut lebih efektif dari sea wall atau dinding laut sehingga penanamannya digalakkan di sepanjang pantai di Sumbar yang memiliki ancaman tsunami.


Beberapa daerah yang telah memiliki 'hutan mangrove' memanfaatkannya untuk pariwisata dengan membangun akses jalan dari papan seperti dermaga sehingga wisatawan bisa menikmati suasana yang asri dan aneka ragam satwa seperti burung yang menghuni hutan mangrove tersebut.


Selain itu hutan mangrove juga akan melindungi pantai dari ancaman abrasi sehingga bisa pula dimanfaatkan untuk usaha tambak udang.


Gubernur menyebut potensi tambak udang sangat besar untuk dikembangkan di daerah pesisir karena pasarnya yang luas hingga luar negeri juga akan menyerap tenaga kerja yang lumayan banyak.


Hanya saja untuk bisa membuka usaha tersebut, harus ada beberapa syarat yang dipenuhi diantaranya yang paling utama adalah Perda RTRW yang mendukung.


Sementara itu Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi mengatakan panjang pantai di Nagari Maligi tersebut sekitar 13 kilometer. Untuk mengurangi potensi ancaman abrasi dilakukan penanaman mangrove dan cemara laut.


Potensi ekonomi dari pesisir pantai itu akan dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti dengan usaha tambak udang.


"Kita mendukung pembangunan tambak di sini. Namun investor harus datang langsung dan berkomunikasi dengan masyarakat," ujarnya. (gjr)




×
Berita Terbaru Update