Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 16 November 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
89.819 124 87.543 2.152
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Deri Asta Sampaikan Nota Keuangan RAPBD-P 2021, Defisit Rp59 Miliar

Senin, 20 September 2021 | 20:23 WIB Last Updated 2021-09-20T13:23:12Z

Walikota Sawahlunto, Deri Asta, didampingi Wawako, Zohirin Sayuti menyerahkan nota keuangan pengantar RAPBD-P 2021 kepada Ketua DPRD, Eka Wahyu didampingi Wakil Ketua, Jaswandi. (Riswan Idris/Rakyatterkini.com)

Sawahlunto, Rakyatterkini.com - Pemko Sawahlunto menyampaikan nota keuangan rancangan perubahan APBD 2021 kepada DPRD Kota Sawahlunto. Penyampaian tersebut dibacakan dan diserahkan Walikota Sawahlunto Deri Asta kepada Ketua DPRD Sawahlunto, Eka Wahyu, Senin 20 September 2021.


Rapat dipimpin Ketua DPRD Sawahlunto, didampingi Wakil Ketua Jaswandi dan Elfira Rita Dewi. Hadir pula Wakil Walikota, Zohirin Sayuti, Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto, Ambun Kadri, Forkopimda,  Asisten Sekda, Kepala BPPKAD , Afridarman, Kepala Barenlitbangda, Lelis Epriyenti, Kepala - Kepala OPD serta Camat se kota Sawahlunto.


Walikota menyampaikan, pendapatan daerah turun sebesar Rp 23.493.520.425, dari Rp.615.110.453.591, pada APBD Definitif menjadi Rp591.616.933.166, dalam RAPBD Perubahan 2021. Belanja daerah naik Rp5.912.644.738, dari Rp645.672.076.606,-menjadi Rp651.584.721.344.


Kenaikan belanja daerah ini kata Deri Asta, untuk mendanai kegiatan prioritas dibidang pendidikan, kesehatan, pengembangan wilayah, penciptaan lapangan kerja, peningkatan infrastruktur guna mendukung ekonomi kerakyatan, pertumbuhan ekonomi serta penanggulangan kemiskinan.


Lebih jauh Deri Asta memaparkan, peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia, percepatan pengurangan kemiskinan, pengangguran, penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).


Pemberdayaan keluarga, peningkatan keamanan, ketentraman dan perlindungan masyarakat baik dari gangguan sosial dan kebencanaan,  pemantapan tata kelola pemerintahan dan peningkatan daya saing daerah, juga menjadi program prioritas.


Total rencana pendapatan daerah sebesar Rp591.616.933.166, setelah dikurangi dengan belanja dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp651.584.721.344, maka RAPBD-P Tahun Anggaran 2021 mengalami defisit sebesar Rp59.967.788.178. 


Defisit tersebut direncanakan akan ditutup dari perkiraan sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun 2020 dan Penerimaan Kembali Pinjaman Daerah, pungkas Deri Asta. (Ris1)




×
Berita Terbaru Update