Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Kamis, 29 Juli 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
68.074 11.450 55.179 1.445
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Vaksinasi Massal Usia 12-17, Padang Pariaman Targetkan 3.000 Pelajar

Rabu, 14 Juli 2021 | 18:13 WIB Last Updated 2021-07-14T11:13:31Z
Gubernur Mahyeldi, didampingi Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur berikan bingkisan pada pelajar SD usai divaksin.

Padang Pariaman, Rakyatterkini.com - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman ditunjuk sebagai salah satu tempat pelaksanaan Vaksinasi Masal untuk pelajar dengan tema 'Indonesia Sehat, Indonesia Hebat' oleh pemerintah pusat 


Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak pada 14 provinsi di seluruh Indonesia, dibuka dan disaksikan langsung oleh presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Rabu 14 Juli 2021 di SMA 1 Batang Anai Pasa Usang. 


Tujuannya untuk persiapan kesehatan Indonesia Tahap III ( herd imunity) bagi pelajar di seluruh Indonesia, sehingga proses belajar dapat berjalan normal. 


Kadinkes dan Kadisdikbud Padang Pariaman menyiapkan dua sekolah untuk kegiatan tersebut yaitu SMP 1 Batang Anai dan SMA Negeri 1 Batang Anai dengan target 3.000 pelajar akan divaksinasi serta masyarakat sekitar Batang Anai 1000 orang.


Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman, Yutriadi Rivai menyebutkan kegiatan vaksinasi untuk kaum millenial ini sangat antusias oleh pelajar dan berjalan lancar. 


Ke depannya kegiatan seperti ini akan ditindaklanjuti di setiap setiap sekolah yang ada di Padang Pariaman. 


Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman, Anwar menyebutkan dengan adanya kegiatan ini dapat memotivasi bagi guru dan murid, serta masyarakat untuk divaksin. "Dengan vaksinasi pelajar ini proses belajar dan mengajar kembali normal," kata dia.


Sementara Kepala Sekolah SMA 1 Negeri Batang Anai, Fermazoni mengatakan dengan adanya kegiatan ini agar anak didiknya dapat belajar normal.


"Saat ini SMA 1 Batang Anai dalam proses belajar dan mengajar belum dapat dilakukan belajar tatap muka, yang kami lakukan adalah belajar daging," kata dia. 


Sementara Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan stok vaksin yang ada di daerahnya bersisa 5 persen. "Kita sudah memanfaatkan vaksin di Sumatera Barat, sekira 95 persen dari stok yang ada sudah digunakan," kata Mahyeldi.


Terkait hal itu, pihaknya sudah surati Kementerian Kesehatan untuk meminta penambahan stok vaksin. "Maka dari itu kita meminta 1 juta lagi vaksin untuk Sumatera Barat" sebutnya.


Ini dilakukan permintaan penambahan dosis vaksin di Sumbar juga karna melihat antusias masyarakat untuk vaksinasi. "Kita bisa lihat saat ini animo masyarakat Sumatera Barat sangat tinggi," kata dia.


Selain itu pihaknya sudah melakukan gebyar vaksinasi dibanyak tempat di Sumatera Barat, semuaanya ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak.


"Kami juga mengapresiasi semua pihak, karna telah terlibat dalam program vaksinasi, sekarang BIN masuk ke sekolah, bupati dan wali kota, Polri, TNI juga begitu, semuanya sudah bergerak," kata Mahyeldi.


Pihaknya perlu dukungan tambahan vaksin dari pemerintah pusat, yang dalam hal ini Kemenkes RI.


Masyarakat sedang semangat sekarang ini, semua pihak bergerak, jika stok vaksin tidak tersedia tentu akan melemah lagi semangat ini, tutup Mahyeldi.


Kegiatan tersebut sangat antusias dari pelajar untuk diberikan vaksin dengan melibatkan tenaga medis dari pemerintah setempat dan Pusdokpol Polda Sumbar. (Syafrial Suger)




×
Berita Terbaru Update