Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Kamis, 29 Juli 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
68.074 11.450 55.179 1.445
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Program Strategis Pasaman, Jalan Kabupaten Bonjol-Suliki akan Dibangun

Rabu, 14 Juli 2021 | 17:48 WIB Last Updated 2021-07-14T10:48:19Z
Bupati Pasaman, Benny Utama dan Bupati Limapuluh Kota, Safarudin Dt. Bandaro Rajo sepakat bangun jalan Bonjol-Suliki.


Pasaman, Rakyatterkini.com - Demi mewujudkan impian masyarakat untuk setara dengan kabupaten/kota lainnya di masa depan, kini berbagai program pembangunan mulai diupayakan bupati Pasaman. 


Diantaranya adalah ditandatanganinya kerja sama pembangunan jalan antar kabupaten dari Bonjol ke Suliki, oleh Bupati Pasaman H. Benny Utama dan Bupati Limapuluh Kota Safarudin Dt. Bandaro Rajo, di aula Kantor Bupati Kabupaten Limapuluh Kota di Sarilamak, Selasa 13 Juli 2021.


Bupati Pasaman mengucapkan terimakasih atas terealisasinya naskah kerjasama tersebut. Ia juga meminta agar Pemkab Limapuluh Kota bisa saling bersinergi memulai tahapannya, mengingat waktu tersedia hingga akhir 2021, tidaklah banyak.


"Hitungan sementara, panjang jalan 15 kilometer, dengan lebar 16 meter. Tim survey akan kita turunkan untuk melakukan hitungan teknis dan mematok rute yang akan dibangun. Prinsipnya kita mencari rute terpendek, elevasi yang landai dan minim tikungan, "ucap Benny Utama.


Sementara itu, Bupati Limapuluh Kota, H. Safarudin menuturkan pernah sama-sama di DPRD Sumbar sekitar satu tahun, sebelum ikut pilkada dan diamanahi sebagai kepala daerah di Limapuluh Kota dan Pasaman. 


Menurut Datuk Safarudin, terwujudnya pembangunan jalan tembus dari Jorong Pauh Data, Nagari Gunuang Omeh tembus ke Jorong Tanjung Bungo, Nagari Ganggo Hilia, merupakan sejarah bagi kedua daerah.


Dikisahkan Datuk Safar, di masa pemerintahan Bupati Aziz Haili (50 Kota) dan Taufik Martha (Pasaman) era tahun 90 an, jalan ini sudah pernah dirintis, namun karena tidak ada kelanjutan, badan jalan sudah hilang dan kembali merimba.


Dt.Safar juga mengatakan banyak dampak ekonomis akan dipetik masyarakat kedua daerah. Bagi Limapuluh Kota sebagi sentra produksi telur dan makanan ringan, jelas menguntungkan, dengan mudahnya akses jalan ke Pasaman. 


Selain itu, Kecamatan Suliki nantinya akan menjadi daerah pintu tol Sumbar-Riau, dan di daerah ini dibangun tiga terowongan besar, masing-masing sepanjang 3,5 km, 6 km dan 1 km, ucap Bupati Limapuluh Kota tersebut.


Bupati Benny Utama, saat diwawancarai awak media usai penandatanganan naskah kerja sama tersebut menjelaskan, ingin mengubah stigma Pasaman sebagai daerah pinggir, dengan membuka banyak akses langsung ke sejumlah daerah luar. 


Kendati pembangunan fisiknya baru dimulai melalui APBD 2022, namun sejumlah proses ke arah perwujudan program tersebut sudah kita mulai tahapannya, ucap Benny Utama.


"Kerjasama ini merupakan bentuk kesunguhan Pemkab Pasaman dan Pemkab Limapuluh Kota. Meskipun jalan penghubung antar dua kabupaten adalah kewenangan provinsi, tapi Alhamdulillah teman-teman kami anggota komisi IV DPRD Sumbar, hadir saat ini".


Selanjutnya, Benny Utama memaparkan, jalan penghubung ini akan memberi dampak ekonomi bagi kedua daerah. Pasar terbesar produk andalan Pasaman, seperti jagung dan ikan, selama ini di distribusikan ke Payakumbuh, Limapuluh Kota dan Riau". 


"Hal ini tentunya akan membutuhkan biaya lebih besar, karena akan melawati Kabupaten Agam dan Bukittinggi terlebih dahulu. Ia berharap dengan selesainya jalan penghubung ini nantinya, jarak dan biaya distribusi akan terpangkas, yang pada gilirannya akan berimbas provit lebih bagi masyarakat".


Di samping  itu, kedua daerah ini memiliki historis yang sudah lama terjalain, seperti dimasa perjuangan PDRI, sekaligus juga meningkatan silaturahmi hubungan yang sudah dekat, akan menjadi lebih akrab, ucapnya.


Lebih lanjut, Benny Utama menegaskan setelah penandatangan ini, akan ada tindak lanjut nyata ke lapangan, survey kondisi, dan penentuaan titik mana paling bagus. Di Pasaman sudah masuk dalam RPJMD 2021-2026 dan Pemprov juga sudah menjadikan program strategis," jelas Benny Utama.


Naskah kesepakatan yang telah ditandatangani ini mempertegas komitmen ke dua daerah, untuk secara bersama-sama memulai progres pembangunan jalan penghubung dari Tanjung Bungo, Nagari Ganggo Hilia, Bonjol ke Nagari Gunuang Omeh, Suliki. 


"Saya sudah menghubungi Pak Yozarwardi Kadishut Sumbar, untuk dilibatkan membantu penyelesaian mengenai status kawasan rencana pembangunan jalan ini," tutup Benny Utama.


Sedangkan anggota komisi IV DPRD Sumbar, Sawal Dt Putiah dan Suharjono yang ikut hadir bersama wakil ketua Komisi IV dan anggota lainnya, bertekad mendukung pembangunan jalan Bonjol-Suliki.


"Kami siap menyokong, untuk menjadi program prioritas di provinsi," ujar pak dewan itu senada.


Turut hadir di acara tersebut Dandim Pasaman, Letkol. Inf. Ahmad Aziz, Forkopimda Limapuluh Kota, anggota komisi IV DPRD Prov. Sumbar, kepala OPD Pasaman serta Limapuluh Kota. (St.M)




×
Berita Terbaru Update