Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu, 17 Oktober 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
89.631 430 87.061 2.140
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Kecelakaan Maut di Panyalaian, Satu Penumpang Bus Tewas

Jumat, 02 Juli 2021 | 15:10 WIB Last Updated 2021-07-02T08:10:11Z
Warung hancur setelah dihantam truk nass tersebut.


Tanah Datar, Rakyatterkini.com - Truk B 9101 BEV hilang kendali di penurunan tajam Pasa Rabaa, X Koto, Tanah Datar. Akibatnya, truk menabrak bus BM 7784 JU, dengan merek di dinding Bidayatul Hidayah.


Akibat kejadian seorang penumpang bus meninggal. Bus berpenumpang keluarga besar itu berisikan bayi, anak-anak dan orangtua. Setelah ditabrak bus langsung menghantam rumah warga.


Peristiwa itu terjadi, Kamis 1 Juli 2021 sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah menabrak bus, truk bermuatan barang harian itu terus melaju arah Jorong Ganting, Nagari Panyalaian,baru berhenti depan pom bensin Ganting setelah menabrak warung, kedai kelontong, tiang listrik dan tiga sepeda motor. 


Korban meninggal di bus pesantren itu atas nama Halomoan Dalimunte.


Menurut Erizal, warga setempat, beberapa penumpang terdiri dari bayi dan anak-anak ada yang mengalami luka berat dan ringan. Ada sekitar dua anak-anak dan satu remaja alami mengalami luka serius.


Untuk mengeluarkan korban di bus pesantren butuh waktu sekitar dua jam, karena kondisi bus yang rusak parah setelah dihantam truk, ujar Erizal sembari menambahkan jika bus ponpes ini usai menghadiri pesta pernikahan di Pesisir Selatan.


"Semua korban, baik yang meninggal di TKP, luka kritis dan ringan dilarikan ke RSI dan RSU Kota Padang Panjang. Hingga, Jumat 2 Juli 2021 pagi, kita tidak dapat kabar apakah korban yang dilarikan ke rumah sakit semalam ada tambahan meninggal dunia. Termasuk pengemudi sepeda motor," tukuk Erizal. 


"Lima warung ditabrak truk depan Pom Bensin Ganting, masing-masing milik Pak Malin, Rian, Ke, Wira dan Rosnela Wita," ujar Ed, pemilik salah satu rumah di depan Pom Bensin. 


Pemilik Rumah Makan Pak Malin, kita takkan mengizinkan truk Mitshubisi ini dibawa ke Polres sebelum ada penjelasan ganti rugi warung dan rumah dari pemilik truk.


"Pasalnya, sebelum ini peristiwa serupa juga pernah terjadi dan tak ada kejelasan ganti rugi dari pemilik truk," ujar Pak Malin. 


Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Dedi Antonis, menjelaskan, untuk data sementara korban meninggal 1 orang, luka kritis dan ringan 22 orang. Semua korban dirawat di RSI dan RSUD kota Padang Panjang. Untuk warung, ada 5 warung hancur ditambah 1 rumah warga," kata Antoni. 


Walinagari Panyalaian, Rony Dt. Panduko Sirajo menambahkan, di panurunan tajam Pasa Rabaa telah puluhan truk alami rem blong yang merenggut puluhan nyawa, termasuk rumah warga berada di pinggir jalan.


"Di sini, kita minta pihak Dishub lebih teliti mengkeur truk yang suka latah melebihi tonase dalam membawa muatan. Jika boleh, dirute penurunan Pasa Rabaa dibuatkan dinding pengaman, atau trotoar pengaman jalan guna mengatasi keadaan darurat di jalan raya," tegas Rony.


Jika tidak, kejadian serupa akan terus terjadi. Yang rugi, tentu masyarakat kita yang rumahnya persis berada jalan nasional ini. Tidak hanya, korban harta benda, berapa banyak warga kita yang korban sia-sia ulah para pengusaha angkutan yang tidak patuh pada aturan dalam membawa muatan.


"Dalam kurun waktu, satu tahun belakangan sudah tidak teritung lagi kecelakaan terjadi di ruas jalan penurunan Panyalaian ini," ucap Rony dengan mimik sedih. (mutia/mj)




×
Berita Terbaru Update