Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Rabu, 9 Juni 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
46.385 642 41.832 1.048
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Gubernur Sumbar Dorong Penguatan APIP dalam Pengawasan Keuangan Daerah

Kamis, 03 Juni 2021 | 20:25 WIB Last Updated 2021-06-03T13:25:09Z

Gubernur Sumbar, Mahyeldi.

Padang, Rakyatterkini.com - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah membuka rapat koordinasi pengawasan intern (Rakorwasin) keuangan dan pembangunan, Kamis 3 Juni 2021.


Rakorwasin itu diikuti oleh Ketua KPK diwakili oleh Kepala Satgas Pencegahan Korsup Wilayah I, Arief Nurcahyo, Kepala BPKP pusat yang diwakili Deputi Bidang Investigasi, Agustina Arumsari, Inspektur Jenderal Kemendagri diwakili oleh Inspektur III Elfin Elyas, bupati/walikota se-Sumbar.


Kepala Perwakilan BPKP Sumbar, Ichsan Fuady, sekretaris daerah se-Sumbar dan para pejabat lingkungan Pemprov Sumbar yang mengikuti acara ini secara langsung maupun virtual (daring).


Gubernur Mahyeldi mengatakan, pangan merupakan persoalan yang tak akan pernah habis-habisnya, mengingat pangan merupakan kebutuhan manusia yang paling esensial dan menjadi hak asasi manusia. 


Oleh karena itu, ketersediaan pangan bagi masyarakat luas, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah atau stakeholder lainnya, harus selalu terjamin dengan jumlah yang cukup, bergizi, aman dan terjangkau, sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan.


Dikatakan, Kondisi saat ini, Sumbar mengalami surplus. Dimana, ketersediaan beras tahun 2020 mencapai 1.672.974 ton (angka sementara 2020) dengan konsumsi beras mencapai 100,2 kg/kap/tahun yang jumlah penduduk 2020 adalah 5.498.751 jiwa.


Di masa pandemi ini, pemerintah daerah dituntut untuk lebih mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk meningkatkan kemandirian fiskalnya.


Ini merupakan indikator utama dalam mengukur kemampuan pemerintah daerah untuk membiayai sendiri kegiatannya sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.


Saat ini, Pemprov Sumbar telah menyusun program dan kegiatan mendukung tiga pilar ketahanan pangan, diantaranya, aspek ketersediaan pangan, aspek akses pangan dan aspek pemanfaatan pangan.


Rakorwasin ini merupakan langkah awal dalam menyatukan derap langkah Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di sumatera barat untuk mengawal tata kelola keuangan dan program pembangunan strategis daerah.


Tahun ini dimulai dengan mengawal program bidang pertanian khususnya ketahanan pangan untuk tercapainya peningkatan nilai tambah dan produktifitas pertanian provinsi Sumatera Barat.


Gubernur mengatakan, dukungan, kolaborasi, dan sinergitas antar lembaga pengawasan juga menjadi kunci dalam terwujudnya sistem pengawasan internal yang efektif. 


Gubernur Mahyeldi juga menjelaskan untuk mendukung ketersediaan pangan, provinsi Sumatera Barat telah melaksanakan kegiatan bantuan cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) memiliki peran strategis sebagai antisipasi menanggulangi kekurangan pangan, gejolak harga pangan, bencana alam, bencana social, keadaan darurat serta untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional. (biro admpim)




×
Berita Terbaru Update