Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu, 17 Oktober 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
89.631 430 87.061 2.140
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pengadilan Agama Pariaman, Public Campaign Menuju Zona Integritas

Selasa, 04 Mei 2021 | 19:48 WIB Last Updated 2021-05-04T12:48:11Z
Ketua Pengadilan Agama Kelas IB Pariaman, Lelita Dewi bersama staf.


Pariaman, Rakyatterkini.com - Pengadilan Agama (PA) Pariaman Kelas IB terus meningkatkan inovasi dan berbagai program yang mendukung pelayan kepada masyarakat pencari keadilan di daerah itu.


Ketua Pengadilan Agama Pariaman Kelas IB, Lelita Dewi menyebutkan, salah satu bentuk program untuk mendorong terjadinya perubahan di pengadilan adalah upaya untuk mewujudkan zona integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Pengadilan Agama Kelas IB Pariaman.


Lelita menyebutkan, pihaknya melahirkan berbagai progran pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan secara effektif dan se efesien mungkin agar terwujudnya zona integritas di lingkungan pengadilan tersebut.


Sepanjang 2020 Pengadilan Agama Pariaman telah memberikan layanan kepada masyarakat pencari keadilan secara online. Artinya, masyarakat pencari keadailan di layani secara online, baik itu pendaftaran hingga sidang digelar.


“Semenjak tahun 2020 Pengadilan Agama Pariaman memberikan pelayan kepada masyarakat pencari keadailan dengan cara online. Artinya, masyarakat tidak perlu repot-repot datang kekantor untuk sidang dan menghadirkan saksi, cukup dengan mengunakan HP Handroid sidang sudah dapat digelar secara online, ”kata Lelita, Selasa 4 Mei 2021.


Bentuk layanan lainya diberikan PA Pariaman kepada masyarakat yaitu pengambilan akte cerai. Status warga yang telah terbit akte cerai sudah terdaftar secara digitalisassi di catatan Sipil (Capil). Artinya, status warga sudah berubah sendirinya di Capil itu sendiri.


Selain itu, pihaknya melaksanakan Justice For The Poor (keadilan untuk orang tidak mampu) atau disebut dengan program sidang di luar gedung di Kantor Urusan Agama Kecamatan yang ada diwilyah hukum PA Pariaman. Sidang di luar gedung itu dalam bentuk sidang keliling.   

Menurutnya, program sidang keliling dari Pengadilan Agama Pariaman sangat membantu massyarakat. Ini untuk melegalkan perkawinan beberapa pasangan suami istri sesuai dengan peraturan perundang-undangan.


Ia menambahkan, pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM secara bertahap diharapkan akan memberikan kontribusi yang dapat meningkatkan nilai Indeks Persepsi Korupsi (IPK) di lingkungan Pengadilan Agama Pariaman.


Baru baru ini, pihaknya turun langsung ke jalan untuk melaksanakan public campaign memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mewujudkan pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM dilingkungan Pengadilan Agama Pariaman.


Public campaign yang dilaksanakan itu merupakan suatu wujud untuk mendukung pembangunan zona integritas di wilayah hukum Pengadilan Agama Pariaman. 


Dalam public campaign itu, PA kelas IB Pariaman membagikan leaflet yang mejelaskan tentang fasilitas, aplikasi yang bisa digunakan oleh pencari keadilan, komitmen menolak korupsi, gratifikasi, dan suap, serta permintaan dukungan untuk mewujudkan zona integritas. Pada kesempatan itu, pihaknya memberikan takjil kepada masyarakat setempat. 


Sekretaris Pengadilan Agama Pariaman, Hendri Bahar menambahkan, membangun zona integritas adalah mewujudkan aparat dalam wilayah Pengadilan Agama Pariaman  konsisten, dan punya keteguhan yang tidak tergoyahkan dalam menjujung tinggi nilai-nilai luhur, kejujuran dan kebenaran. 


Seseorang dapat dikatakan memiliki integritas, apabila tindakannya sesuai dengan nilai, keyakinan, dan prinsip kebenaran yang dipegangnya. 


Membangun zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani, tidak cukup hanya dilakukan pimpinan saja, melainkan harus diikuti oleh semua Aparatur Pengadilan Agama Pariaman ke bawahnya. 


Apa yang diikrarkan bersama juga harus diikuti dengan sikap dan tindakan nyata. Oleh karena itu harus konsisten dengan ucapan, tidak akan berbuat sesuatu hal yang bersifat negatif, atau pelanggaran etika yang dapat menodai dan merusak Pembangunan Zona Integritas. (sgr)




×
Berita Terbaru Update