Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Senin, 19 April 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
34.137 744 31.777 375
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Wapres Resmikan Pasar Rakyat Pariaman, Pengelolaan Harus Bersih dan Berdaya Saing

Selasa, 06 April 2021 | 16:25 WIB Last Updated 2021-04-06T09:27:25Z
Wapres, Ma'ruf Amin, didampingi Gubernur Sumbar, Mahyeldi membuka pita tanda diresmikannya pasar rakyat Pariaman, Selasa 6 April 2021.


Pariaman, Rakyatterkini.com - Aktivitas dan produktifitas di Pasar sangatlah tinggi. Setiap pedagang, pengusaha UMKM diwajibkan vaksinasi untuk menjaga kesehatan masyarakat. 


Itu disampaikan Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin pada peresmian Pasar Rakyat Kota Pariaman dan Labor Olahraga Universitas Negeri Padang, di Kota Pariaman, Selasa 6 April 2021.


Hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi, Kepala BNPB, Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri PUPR, Anggota DPR RI, gubernur dan wakil gubernur Sumbar, walikota dan ketua DPRD Kota Pariaman, camat, wali nagari, niniak mamak.


Wapres Ma'ruf Amin juga sampaikan, Pasar Rakyat Pariaman memiliki sejarah historis yang panjang dan dilakukan revitalisasi pasar untuk meningkatkan daya saing pasar rakyat sekaligus memajukan Usaha Mìkro Kecil Menengah (UMKM).  


Ma'ruf Amin juga menyampaikan, revitalisasi tidak saja berupa pembangunan fisik akan tetapi juga revitalisasi manajement, sosial dan budaya dan ekonomi. 


Diharapan pemerintah daerah dan pihak pengelola haruslah melakukan revitalisasi manajement dalam tata niaga sebagai pelayanan kepada publik. 


Revitalisasi ekonomi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Dan revitalisasi ini menciptakan ramah lingkungan, produktif dan mengikuti dinamika pembangunan daerah, ajaknya. 


Wapres mengingatkan para menteri terkait untuk dapat dapat membantu merealisasikan permintaan gubernur Sumbar dan walikota Pariaman sebagaiman arah pembangun nasional untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. 


Menteri Perdagangan RI  Muhammad Lutfi juga menyampaikan, pembangunan pasar Pariaman ini dimulai dari pembicaraan yang intens sejak tahun 2018 dimana Pasar Pariaman dalam kondisi rusak berat akibat gempa bumi 2009 7,9 SR dan gempa bumi tahun 2018 8,3 SR.


"Sesuai dengan hasil kebijakan dalam rapat kabinet Kemendag lebih fokus pada tata perniagaan, oleh karena itu kami teruskan komunikasi ini kepada PUPR hingga telah berdiri mengah untuk diresmikan hari ini," ujarnya.


Lutfi juga menyampaikan, agar pemerintah Kota Pariaman segera melakukan pengerahan hibah bahagian dari pengelolaan administrasi yang penting. Dan untuk merelokasi pedagang yang ditetapkan guna memanfaatkan gedung pasar yang megah ini. 


Agar pasar ini terawat dan tertata bersih, sehat, aman dan nyaman, Walikota Pariaman mesti segera menetapkan dan menujuk pengelola pasar bisa berupa perusahaan daerah (Perusda) dengan sistem bulding manajement yang andal, harapnya.


Lutfi juga mengatakan pasar Pariaman juga merupakan aktivitas pasar yang memiliki nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang dapat menjadi icon pengembangan wisata di Kota Pariaman.


Sementara Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi juga menyampaikan, apresiasi rasa senang dan bangga atas kunjungan Wapres RI dan peresmian pasar rakyat Pariaman ini di Ranah Minang. 


Keberadaan Pasar rakyat ini sebenarnya terus berkembang, sehingga semakin banyak  masyarakat yang menggantungkan  dan berharap kehidupannya semakin membaik dari keberadaannya. 


Namun demikian, dari jumlah pasar rakyat sebanyak 516 unit di Sumatera Barat, yang tersebar pada 19 Kabupaten/Kota dan sebahagian besar (393 unit atau 76,16 persen) diantaranya dalam kondisi rusak, baik rusak ringan, rusak sedang maupun rusak berat, ujarnya.


Mahyeldi juga katakan, 2020, akibat Pandemi Virus Covid-19 hampir semua sektor berimbas pada anjloknya ekonomi, tak terkecuali di Sumatera Barat. Kita berharap pandemi ini segera berakhir dan perekonomian Indonesia dan Sumatera Barat khususnya bisa bangkit kembali. 


Disamping kondisinya yang belum memadai, ketersediaan prasarana sebahagian pasar belum sebanding dengan jumlah pedagang yang akan ditampung, sehingga pada saat tertentu ketika pada hari pasar, terjadi over capacity dari prasarana yang tersedia. 


Mayeldi sampaikan permohonan perhatian Wapres RI terhadap revitalisasi pembangunan 5 pasar yang mendesak dibenahi. 


"Pertama, Pasar Serikat C Batusangkar, Pada rapat kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2019 di Inonesia Convention Exibilition (ICE) di Bumi Serpong Damai (BSD) Tanggerang Selatan pada tanggal 12 Maret 2019, Bupati Tanah Datar mengusulkan pengembangan Pasar Serikat C Batusangkar dengan anggaran senilai Rp50.000.000.000 dan telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo. 


"Untuk itu, kami mohon kiranya kepada Bapak Wakil Presiden untuk membantu merealisasikan dana tersebut untuk pengembangan Pasar Serikat C Batusangkar yang sudah tua".


Kedua, Pasar Raya Fase VII Padang merupakan pusat perdagangan utama Kota Padang. Pemerintah Kota Padang sudah mengajukan proposal untuk pembangunan Pasar Raya Fase VII ke PUPR sebesar Rp200.000.000.000.


Untuk pembangunan tersebut kami juga memohon kepada Bapak Wakil Presiden untuk bisa merealisasikan pembangunan Pasar Fase VII tersebut yang kondisinya cukup memprihatinkan.

 

Ketiga,  Pasar Koto Baru Kec. X Koto,  Kabupaten Tanah Datar. Pasar ini merupakan pusat perdagangan sayuran yang terletak di Jalan Padang- Bukittinggi yang merupakan jalur lalu lintas yang sangat padat dan sering mengalami kemacetan. 


Untuk mengatasi kemacetan tersebut,  Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dana BKK APBD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2018 telah membantu revitalisasi Pasar Koto Baru sebesar Rp13.660.000.000.  


Untuk kelanjutan Pasar Koto Baru kami mohon kepada Bapak Wakil Presiden untuk dapat membantu kelanjutan Pasar Koto Baru Tahap II sebesar Rp 16.140.000.000.


Keempat, Pasar Bawah Bukittinggi.

Pasar Bawah di Bukittinggi yang merupakan Pasar Rakyat yang sudah lama berdiri juga membutuhkan perhatian dari Presiden untuk Revitalisasi Pasar, mengingat kondisi sarana Pasar Bawah yang sudah tidak layak dan tua untuk ditempati Pedagang dan Pembeli.


Kelima, pembangunan pasar basah di sekitar pasar rakyat Kota Pariaman masyarakat nelayan dan juga bagian dari meningkatkan aktivitas pasar rakyat Kota Pariaman. (hms-sumbar)  




×
Berita Terbaru Update