Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Kamis, 29 Juli 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
68.074 11.450 55.179 1.445
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pengelolaan Kurang Baik, Puluhan Hektare Pohon Pinus di Sutera kini Kritis

Minggu, 18 April 2021 | 10:37 WIB Last Updated 2021-04-18T03:37:01Z
Pohon pinus.


Painan, Rakyatterkini.com - Pohon pinus, aset nagari di Kecamatan Sutera, Pesisir selatan, kian kritis. Penyebabnya diduga getahnya selalu diambil oleh orang-orang tidak bertanggungjawab.


Hutan pinus tersebut berada di Nagari Gantiang Mudiak Selatan Surantiah, Kecamatan Sutera.


Rusaknya hutan pinus nagari tersebut diduga akibat aktivitas penyadapan getah pinus yang dikelola dengan tidak sesuai tahapan pengelolaannya.


"Saya begitu sangat prihatin dengan rusaknya pohon pinus di area di nagari ini, karena pohon pinus sudah sangat banyak yang tidak kokoh lagi," kata Syafrintal, putra daerah Gantiang Mudiak Selatan Ampalu, Sabtu 17 April 2021.


Ada puluhan hektare pohon pinus di Kecamatan Sutera dan Batang kapas, tapi keberadaanya sudah kritis, karena getahnya selalu diambil karena penyadapan.


Cara pengambilan getahnya, ada dengan cara dibakar batang pinusnya. Sementara itu izin pengelolaan hutan telah diatur dalam Undang-undang, bahwa setiap orang dilarang memanen atau memungut hasil hutan di dalam hutan tanpa memiliki hak atau izin dari pejabat yang berwenang. 


Ini sebagaimana diatur Pasal 50 Ayat (3) huruf e UU No 41 jo Pasal 55 KUHP, dan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar berdasarkan Pasal 78 UU No. 41 Tahun 1999, papar Syafrintal.


Sementara itu pengelolaan usaha getah pinus di area hutan di tiga titik Kecamatan Sutera dan Batang Kapas sudah berjalan berapa tahun lalu.


Kalau dibiarkan terus menerus masyarakat yakin dalam selang waktu dua tahun ke depan pohon Pinus akan punah. Sebab, penyadapannya tidak ada pengawasan dari pihak nagari maupun Dinas Kehutanan dan atau pihak berwenang lainnya.


Masyarakat berharap dinas terkait turun kelapangan untuk memantau kegiatan penyadapan getah pinus tersebut. Jika memang menyalahi aturan tolong ditindaklanjuti. (baron)




×
Berita Terbaru Update