Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu, 17 Oktober 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
89.631 430 87.061 2.140
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Gubernur: Tour de PDRI Iven Semangat Memajukan Pembangunan Daerah

Selasa, 27 April 2021 | 23:06 WIB Last Updated 2021-04-27T16:06:48Z
Gubernur Mahyeldi pimpin rakor perencanaan tour de PDRI.


Padang, Rakyatterkini.com - Peringatan Hari Bela Negara pada setiap Desember yang juga dikaitkan dengan peristiwa Situjuah pada bulan Januari merupakan momen membangkitkan kembali nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa.


Patriotisme, rasa nasionalisme dan juga menjadi event akhit tahun dan awal tahun dalam mengerakkan perekonomian masyarakat di Sumbar. 


Itu disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah dalam rapat koordinasi (Rakor) perencanaan kegiatan Tour de PDRI di ruang rapat Gubernuran, Selasa 27 April 2021.


Pada Rakor tersebut dihadiri oleh beberapa Kepala OPD lingkup Pemprov Sumbar, Fokopimda Sumbar, Ketua Jurusan sejarah Unand, Ketua Jurusan sejarah UNP, ketua jurusan sejarah peradaban Islam Fakultas adab dan Humaniora UIN IB Padang, masyarakat sejarawan Indonesia Sumbar, ikatan ahli arkeologi Indonesia Sumbar dan Pengprov ISSI Sumbar.


Gubernur menyampaikan iven yang digelar akhir tahun hingga awal tahun ini, sedapat-dapatnya memberikan multi efek dalam perekonomian masyarakat nantinya karena ada banyak kegiatan menonjolkan kepariwisataan, pemahaman nilai-nilai nasionalisme bagi masyarakat dan sekaligus menjadi kegiatan pesta aktifitas perekonomian masyarakat. 


Mahyeldi inginkan bagaimana event nilai-nilai sejarah dapat memuncul semangat kebanggaan membangun kampung halaman dan event yang membangkitkan semangat kebanggaan daerah untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat Sumbar.


"Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) menjadi sejarah nasional penting yang ada di Indonesia, peranan PDRI yang dimandatkan pada Syafruddin Prawiranegara cukup penting. Sebab bila saat itu PDRI tidak ada, sementara ibu kota telah jatuh ke tangan penjajah, belum tentu negara yang berdaulat saat ini ada," ungkap Mahyeldi.


Mahyeldi katakan, meski hanya berlangsung selama 207 hari, dikatakan Mahyeldi, keberadaan PDRI saat itu menjadi simbol bahwa negara Indonesia yang sudah memproklamirkan kemerdekaan 17 Agustus 1945 itu tetap berdiri. 


"Khusus di Sumatera Barat, momen sejarah PDRI menjadi motivasi untuk melaksanakan program pemerintah misal di pariwisata, religius dan ekonomi. Tujuan kegiatan Tour de PDRI itu dilakukan adalah untuk mengenang sejarah PDRI dan mengangkat nilai sejarah perjuangan menyelamatkan NKRI dan demi menularkan semangat kebangsaan bagi kita semua," harapnya.


Sementara Kepala Dinas Pariwisata Novrial, juga menambahkan, bentuk Kegiatan Jelajah Nagari Bela Negara rencana pelaksanaannya dilakukan pada bulan Desember dan berakhir pada puncaknya yaitu pada peringatan Hari Bela Negara.


Novrial juga katakan, nilai-nilai bela Negara harus terus didengungkan untuk diresapi di dalam hati dan pikiran masyarakat Sumbar dan Indonesia. 


Pelaksanaan kegiatan tersebut juga melibatkan unsur pemuda, pelajar, karyawan, ASN, TNI/Polri, Pramuka yang terlebih dahulu diseleksi dan dilatih bersepeda jarak jauh.


Banyak kegiatan yang masih dihimpun dan diantaranya Jenis lomba XCO (Cross Country Olympic), XCE (Cross Country Elimination), Fun Adventure Ride. Yang dikategorikan dengan kategori lomba Men Open, Junior, Master, Women Open. (hms-sumbar)




×
Berita Terbaru Update