Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu, 17 Oktober 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
89.631 430 87.061 2.140
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Gubernur Sambut Sandiaga Uno, Geopark Sumbar Lebih Panjang dari San Andreas Fault California

Rabu, 21 April 2021 | 22:31 WIB Last Updated 2021-04-21T15:31:23Z
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno disambut dengan sirih dalam carano.

Padang Pariaman, Rakyatterkini.com - Hasil rapat koordinasi dengan beberapa bupati dan walikota di Sumbar melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat. 


Ini bagian membangkitkan sektor pariwisata dan menindaklanjuti industri kuliner yang mendunia yakni rendang dan wisata yang memadukan nature and culture berbasiskan budaya dan keindahan alam.


Itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahudin Uno yang didampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi dan Wagub Audy Joinaldy dalam acara penyambutan di Bandara Internasional Minangkabau, Rabu 21 April 2021.


Sandiaga juga sampaikan, ini juga bagian dari gerak bersama. Kita tidak mungkin bergerak sendiri, jadi kita ajak dari institusi pendidikan, usaha dan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten kota. 


Lebih lanjut dikatakan Sandi ungkapkan ada penyampaian Gubernur menitipkan dua destinasi, satu Geopark yang di Sumbar. 


Mulai Geopark Silokek Sijunjung, Solok Selatan, Sawahlunto, Limapuluh Kota, Payakumbuh, Ini geopark yang terpanjang  di dunia sama dengan geopark San Andreas Fault (patahan San Andreas) yang terkenal di California itu namun masih kalah panjangnya dari patahan yang ada di Sumbar ini.


Dan yang kedua Sandi katakan, objek wisata Ombilin Sawahlunto, ini akan menjadi wisata berbasis heritage.


Sementara itu terkait larangan mudik kata Sandiaga menjadi suatu keprihatinan dari kita semua.  Keputusan itu diambil sangat berat sekali tapi untuk menekan angka penurunan covid-19 perlu meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan, akhirnya larangan mudik di lakukan. 


"Saya ke sini karena mendapat laporan bahwa penerbangan sudah mulai sulit, karena larangan mudik itu mulai tanggal 6, mengejar sampai tanggal 5 itu banyak yang melakukan kunjungannya sebelum larangan mudik tersebut," jelasnya. 


Menparekraf RI itu juga menyebutkan ke depan wisata akan berbasis peningkatan kualitas bukan lagi jumlahnya, bukan kuantitas tapi kualitasnya juga aspek CHSE. 


"Kita lihat Sumbar sudah luarbiasa dan kita juga ingin masukan dari pak gubernur mengenai menata ulang potensi pariwisata muslim friendly atau ramah muslim. Ini karena Sumbar sudah punya pengalaman dan sudah ada perda. Saya ingin menggali dan tentunya memastikan potensi yang ada ini bisa kita kembangkan, "imbuhnya. 


Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan selama ini Sumbar sudah banyak mendapat penghargaan kuliner, hotel, juga restoran.


"Kita pada dasarnya sudah memenuhi syarat yang disampaikan oleh pak Menteri dan tadi bagaimana kepatuhan disuplin protokol kesehatan menjadi sesuatu yang penting," ungkap Mahyedi.


Mahyeldi tegaskan, apa -apa yang ada di perda kita sudah bagus, dalam membangun adaptasi kebiasan baru masyarakat untuk terhindar dari penyebaran wabah covid 19. Dan  dalam tahun ini sudah kita siapkan turunan dari perda tersebut. 


"In Syaa Allah Sumbar paling siap, dengan turunan perda itu akan mampu memberikan penerapan prokes yang prima, karena ini sesuai kearifan lokal," jelasnya. (hms-sumbar)




×
Berita Terbaru Update