Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 14 September 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
88.400 2.552 83.778 2.070
sumber: corona.sumbarprov.go.id

ATM BRI di Simpang Taluak Bukittinggi Dibobol Maling

Minggu, 04 April 2021 | 18:13 WIB Last Updated 2021-04-04T11:13:05Z
Inilah ATM BRI di Simpang Taluak, Bukittinggi yang dibobol maling.

Bukittinggi, Rakyatterkini.com - Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BRI di Simpang Taluak, samping Swalayan Mutiara dibobol kawanan maling, Sabtu 3 April 2021.


Informasi yang diperoleh dari Kepala Cabang BRI Bukittinggi, Heri Prasatio, pembobolan itu diketahui dari security yang sedang melakukan patroli sekitar pukul 05.20 WIB. “Saat petugas security melakukan patroli itulah diketahui ATM sudah di bobol,” ujarnya.


Namun pihaknya belum mengetahi pasti pukul berapa ATM itu di Bobol, hanya saja pihaknya memperkitarkan antara pukul 03.00.- 05.20 WIB.


Sebab sekitar pukul 03.00 WIB vendor juga sudah melakukan patroli dan saat itu kondisi ATM masih aman, dan baru diketahui setelah petugas security patroli sekitar pukul 05.20 WIB.


Sedangkan untuk lebih detailnya, ia juga akan minta CCTV dari Mutiara Store yang mengarah kepada ATM tersebut.


Kerugian yang dialami BRI, pihaknya belum dapat memastikan, karena  akan konfirmasi dengan vendor dan tim IT dari kantor wilayah.


Kasus pembobolan ATM BRI itu merupakan yang kedua kalinya dalam satu tahun terakir ini, karena sebelumnya ATM BRI yang berlokasi Aslam Mart Simpang Guguak Bulek juga pernah dibobol pencuri.


Menyangkut ATM itu, Heri Prasetio mengakui tidak menempatkan satpam khusus, karena ATM tersebut berada di luar kantor BRI, sehingga pengamanannya dilakukan dengan cara patroli setiap satu jam sekali.


Sementara Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Alan Budi Kusuma, membenarkan kejadian itu. Pihaknya juga sedang mendalami keterangan dari dua saksi yang melapor termasuk medalami hasil penyidikan di TKP.


"Kerugian sementara yang dilaporkan BRI sekitar Rp350 juta, namun hal itu masih tetap kita dalami,” ujarnya. (ag/mj)




×
Berita Terbaru Update