Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 14 September 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
88.400 2.552 83.778 2.070
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Wagub Sumbar: Jadikan Bank Nagari Mitra Kerja bagi Pedagang dan Pengusaha Tanah Abang

Rabu, 31 Maret 2021 | 08:40 WIB Last Updated 2021-03-31T01:40:54Z
Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy bersilaturahim dengan pedagang dan pengusaha Minang di Tanah Abang, Jakarta.


Jakarta, Rakyatterkini.com - Pengusaha Minang di perantauan, yang ingin mengembangkan usaha di kampung halaman. Untuk saat ini, bisnis di Sumatera Barat masih didominasi sektor pertanian. 


Pertanian surflus untuk jagung holtikultura serta telur. Tetapi kita punya cadangan beberapa peternakan seperti sapi, kambing, susu.

 

Jadi salah satu program pemerintah provinsi Sumbar saat ini secara mandiri fokus pada komoditas ternak. Ini adalah peluang bagus karena Sumbar juga termasuk daerah peringkat 7 di Indonesia dalam produksi telur. 


Ini salah satu peluang besar bagi pengusaha perantau untuk mengembangkan usaha di kampung halaman


Itu disampaikan wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy dalam pertemuan kelompok pengusaha dan pedangan perantau Minang Ruko Tanah Abang Blok F, di Balairung lantai 12 Matraman Jakarta, Selasa 30 Maret 2021.


Hadir dalam pertemuan ini Direktur Keuangan Bank Nagari, Sania berserta tim, Kepala Biro Perekonomian Setdaprov, Irsyad, wakil walikota Jakarta Pusat, Irwandi yang juga sebagai ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM). 


Pertemuan ini merupakan tindak lanjut hasil pertemuan dan silaturahmi Wagub Sumbar dengan kelompok pengusaha dan pedagang perantau Minang yang berjualan dan menempati ruko Tanah Abang, khususnya di Blok F.


Pemerintah provinsi sebagai jembatan komunikasi antara pengusaha, pedagang dengan Bank Nagari nantinya diharapkan terjadinya kerjasama kedua belah pihak.


Permasalahan yang dihadapi para pengusaha dan pedagang di Tanah Abang semenjak pademi Covid ini perputaran ekonomi serba tidak stabil. Banyak pengusaha yang mengeluh karena terbenamnya uang di bank lain. Namun pada kenyataanya Bank Nagari sebagai banknya urang awak yang berada di seputaran Tanah Abang ini tidak berkembang.


Sangat ironis hampir seluruh masyarakat Minang yang berdagang di seputaran pasar Tanah Abang menyimpan uangnya di bank Lain, ”ungkap Audy.


Audy juga minta beberapa pengusaha dan pedagang dalam pertemuan ini agar segera memindahkan modal dan dananya ke Bank Nagari. Dan ketahui sudah ada beberapa pengusaha yang siap untuk memindahkan dananya yang jumlah miliaran rupiah. 


Sementara Ketua Pedagang Minang Tanah Abang, Haji Erizal, menyampaikan Bank Nagari harus lebih mengutamakan pelayanan, senyum, tempat yang memadai. Saat ini kantor Bank Nagari yang ada di Tanah Abang tersebut sangat buruk keadaanya. Tempat yang kecil, halaman penuh dengan genangan air, sehingga tidak sedap dipandang mata. 


“Kalau bisa Bank Nagari pelayananya lebih ramah. Selama ini pelayanan Bank ketika disaat pengusaha penarikan tunai juga jadi permasalahan karena waktu yang cukup lama, sementara kebutuhannya pelayanan cepat, “ katanya. 


Erizal juga menyampaikan, jika bisa pemprov Sumbar melakukan intervensi Bank Nagari dalam kondisi ini, maka para pengusaha Minang ini, ada beberapa pengusaha yang bisa memindahkan uangnya ke Bank Nagari bermiliar Milyar Rupiah. Akan tetapi mesti dimbangi dengan pelayanan yang lebih baik, untuk pedagang.  


Yasril Umar salah seorang pedagang juga harapkan, pada saat ini, disaat pandemic Covid-19, banyak pedagang yang kondisinya memprihatinkan, harapannya bagaimana ke depan Bank Nagari dapat mensiasati keadaan pedagang Minang Tanah Abang agar ke depan kelangsungan pedagang tetap berjalan. 


Disamping itu juga bagaimana pengembangan usaha di luar Tanah Abang. Pengembangan usaha juga menjadi salah satu kerjasama Bank Nagari untuk menggiring pedagan untuk usaha Lainnya.


Jasman juga seorang pedagang yang cukup sukses, menyampaikan keterbukaan informasi Bank Nagari dengan produk produknya perlu juga disosialisasikan, bagaimana dengan menawarkan simpan pinjamnya serta modal usaha untuk pedagang. 


Uang yang tidak berputar dan disimpan di bank diharapkan natinya bisa membantu pedagang-pedagang kecil lainnya.


Ketua IKM (Ikatan Keluarga Minang) yang juga wakil walikota Jakarta pusat, Irwandi juga ikut menyampaikan, perlu adanya MoU antara Pemprov Sumbar dan Pemprov DKI untuk melindungi para pedagang perantau Minang yang berada di DKI. (rel/hms-sumbar)




×
Berita Terbaru Update