Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 14 September 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
88.400 2.552 83.778 2.070
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Ponpes Ashabul Yamin Lasi Diserbu Peserta Didik Baru

Senin, 01 Maret 2021 | 17:01 WIB Last Updated 2021-03-01T10:01:57Z
Suasana belajar mengajar di Ponpes Ashabul Yamin.

Agam, Rakyatterkini.com - Animo masyarakat untuk melanjutkan pendidikan putra-putrinya ke lembaga pendidikan pondok pesantren, semakin meningkat.


Ini terbukti dengan proses penerimaan anak didik baru (santri) di Pondok Pesantren Ashabul Yamin, Nagari Lasi, Kecamatan Candung, Kabupaten Agam Sumatera Barat.


Pantauan di ponpes itu, Minggu (28/2/2021) disaat sejumlah calon santriwan dan santriwati yang juga didampingi oleh orang tua masing-masing terlihat berjubel dan luar biasa sesak dan padat.


Pondok Pesantren Ashabul Yamin berada di lereng Gunung Merapi itu terkenal dengan hawa sejuk yang dipimpin seorang ulama salafiyah beraliran tarbiyah klasik nan kharismatik, bernama Sjech Abuya Zamzami Yunus.


Buya Zamzami begitu sering disebut oleh santrinya juga merupakan salah seorang murid dari ulama Tarbiyah terkemuka di Sumatera Barat era 60-an yakni Sjech Sulaiman Arrasuliy atau disebut juga dengan Inyiak Candung.


Informasi yang dihimpun, sebanyak 327 calon santriwan dan santriwati tengah mengikuti tes masuk Ponpes. Diperkirakan hampir separo dari peserta tes tersebut akan tersisih, karena pihak sekolah hanya bisa menampung santri/santriwati sebanyak 156 orang.


“ Iya benar, saat ini untuk pendaftaran gelombang pertama jumlah calon santri yang mendaftar dan ikut testing  mencapai angka 327 orang, sementara pihak pondok hanya bisa menampung dan menerima sebanyak 156 orang saja, "ujar Ustad Akmal Hadi.


Dikatakan Uskam, begitu sapaan akrab dari Akmal Hadi, yang juga putra sulung dari pendiri Ponpes Ashabul Yamin Sjech Abuya Zamzami Yunus, bahwa ini baru gelombang pertama, maka berselang beberapa bulan ke depan kita juga akan membuka gelombang kedua.


"Ini baru gelombang pertama, Insya Allaah dalam waktu dekat ini kita akan buka gelombang kedua, "katanya.


Ditambahkan, sebenarnya berat untuk menolak santri/santriawati untuk masuk menjadi penuntut ilmu di pondok ini, namun semuanya tentu saja dibatasi oleh kapasitas tampungan pondok. (farid)





×
Berita Terbaru Update