Wako Sawahlunto Hadiri Kongres VIII JKPI 2020 di Siak Sri Indrapura -->

Wako Sawahlunto Hadiri Kongres VIII JKPI 2020 di Siak Sri Indrapura

Minggu, 20 Desember 2020, 14:15



Siak Sri Indrapura, Rakyatterkini.com - Kongres VIII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) dibuka secara resmi oleh Ketua Presedium JKPI, Alfedri , Minggu (20/12/2020) di dedung daerah Kabupaten Siak Sri Indrapura, Riau.


Ketua Presidium Jaringan Kota Pusaka Indonesia yang dijabat Bupati Siak Alfedri ini menyampaikan, sebagai organisasi pemerintah kabupaten/kota pusaka dengan keanekaragaman pusaka alam, dan  budaya memiliki kepentingan yang sama dalam hal pelestarian pusaka, sebagai modal dasar pembangunan daerah di masa depan.


"Sebagai esensi pokok dari didirikannya organisasi Jaringan Kota Pusaka Indonesia di Kota Solo, tepatnya pada 25 Oktober 2008 silam," ujar Alfedri 


Sementara itu Wako Sawahlunto Deri Asta yang turut hadir menjelaskan secara terpisah. "Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) merupakan komitmen semua anggota dalam mendorong wisata dan budaya yang ada di kota masing-masing. 


Secara bersama membangun komitmen untuk mendesain mengelola kota pusaka , ”kata Deri Asta, disela-sela acara Kongres VII JKPI 2020 di Siak Sri Indrapura.


Dalam Rapat Kerja Nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia VIII di Kabupaten Siak, 19-22 Desember 2020 akan memperjuangkan Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, yang sudah ditetapkan sebagai warisan dunia agar masuk dalam program wisata starategis nasional.


Harapan Deri Asta ini mendapat apresiasi dari Direktur Eksekutif JKPI, Nanang Asfarinal.


"Tahun ini yang kita lihat bagaimana Sawahlunto yang sudah ditetapkan menjadi 'world heritage' (warisan dunia) belum mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Ini kita dorong agar masuk program pariwisata unggulan nasional atau premium," kata  Nanang Asfarinal.


Kota Sawahlunto diketahui telah ditetapkan oleh United United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) sebagai warisan dunia tahun lalu. Namun aplikasinya terhadap status tersebut masih kurang dalam pariwisata terlebih lagi karena Covid-19.


Padahal lanjut Nanang butuh waktu 10 tahun untuk memperjuangkannya mendapatkan titel tersebut. Sawahlunto menjadi warisan dunia dengan peninggalan tambang batubara oleh Belanda.


Selanjutnya kata Nanang yang dibahas juga dalam Rakernas JKPI adalah bagaimana memperjuangkan Siak sebagai warisan dunia. Hal ini perlu tindak lanjut dari pemangku kepentingan terutama dari kementerian.


"Saat ini 70 anggota JKPI statusnya kota pusaka semua, satu Sawahlunto sudah warisan dunia. Kita ingin rancang juga penetapan kota pusaka sebagai kawasan strategis yang disahkan presiden," ungkapnya.


Ketua Pelaksana Rakernas JKPI VIII Siak, Hendrisan mengatakan kegiatan ini diikuti 16 kabupaten/kota. Awalnya diagendakan April lalu tapi karena pandemi ditunda menjadi Desember ini.(Ris1)

TerPopuler