Pasien Positif Membubung, Klaster Baru Muncul di Tanah Datar -->

Pasien Positif Membubung, Klaster Baru Muncul di Tanah Datar

Sabtu, 07 November 2020, 06:33
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tanah Datar, Roza Mardiah. (foto ist)

Batusangkar, Rakyatterkini - Klaster baru sebaran Covid-19 mulai bermunculan Tanah Datar, dengan adanya satu klaster pondok pesantren dan dua puskesmas.


Ini membuat kasus positif Covid-19, Jumat (6/11/2020) membubung menjadi 28 orang. Akibatnyam dua puskesmas terpaksa ditutup sementara.


Dari 28 kasus positif sebanyak 12 orang berasal dari pondok pesantren di kawasan X Koto, bahkan dilaporkan pasien meninggal dunia.


Namun, demikian juga ada kabar baiknya, dimana pasien sembuh  bertambah 25 orang.


Menurut, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tanah Datar, Roza Mardiah, tambahan kasus yang melonjak dan munculnya klaster baru disebabkan masyarakat yang kurang disiplin mematuhi protokol kesehatan.


"Bahkan, sebagian warga tetap masih ada yang tidak percaya bahwa virus menular ini berbahaya," ujarnya.


Kata Kabid, berbagai usaha telah dilakukan pemerintah dalam mengatasi hal ini, mulai sosialisasi hingga penindakan, pemberian sanksi seperti yang diatur oleh Perda hingga Perbup. Namun, kesadaran warga kita karena rasa tidak percaya masih menjadi pemicu kasus ini terus naik.


Sementara, Puskesmas harus ditutup sementara, yakni Puskesmas di Lubuk Jantan, Kecamatan Lintau Buo Utara, dan Puskesmas di Kecamatan X Koto.


Sebelumnya hampir seluruh Puskesmas yang ada sudah pernah ditutup dan sekarang beroperasi kembali seperti Puskesmas Lintau Buo, Puskesmas Singgalang, Batipuh, dan hampir seluruh kecamatan di Tanah Datar.


Terkait klaster pondok pesantren, Roza mengaku sedikit geram. Sebab, kata dia, Dinkes telah merekomendasikan kepada dinas terkait untuk melarang sementara waktu kegiatan pembelajaran secara tatap muka.


Ia menyebut sudah semua usaha dilakukan, sosialisasi yang tidak henti-hentinya, pemberian rekomendasi, mengurangi keramaian. Namun, kenyatannya seperti itu. Masih ada keramaian seperti pesta, dan kegiatan keramaian. 


Ditambahkannya, satu orang yang dilaporkan meninggal dunia adalah laki-laki berusia 42 tahun, pedagang, warga Koto Panjang, Nagari Tigo Jangko, Kecamatan Lintau Buo.


Sementara 28 kasus baru berasal dari pondok pesantren 12 orang santri, sisanya dari Batipuh, Lintau Buo Utara, Lintau Buo, Sungai Tarab, Lima Kaum, dan Rambatan. (ydi/gp)

TerPopuler