Padang, Rakyatterkini.com – Universitas Andalas (Unand) terus memperkuat kontribusinya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui berbagai kegiatan akademik dan kolaborasi lintas sektor. Salah satu upaya tersebut diwujudkan Sekolah Pascasarjana Unand dengan menggelar seminar internasional bertema Menggerakkan Ekonomi Sirkular dari Desa: Inovasi dan Ekonomi Hijau di Convention Hall Universitas Andalas, Padang, Kamis (5/11/2026).
Seminar ini menjadi ruang pertemuan bagi kalangan akademisi, pemerintah, pelaku usaha, praktisi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membahas strategi dan menyusun arah pengembangan ekonomi sirkular dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki daerah.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Tercatat sebanyak 43 institusi berpartisipasi dengan menghadirkan 133 makalah, yang dipaparkan oleh 125 pemakalah. Selain melibatkan lingkungan akademik, seminar ini juga mengikutsertakan 50 wali nagari dari Kabupaten Pasaman dan Tanah Datar. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat keterlibatan pemerintahan nagari dalam mewujudkan pembangunan berbasis ekonomi hijau.
Wakil Rektor IV Universitas Andalas, Prof. Henmaidi, menyampaikan bahwa pemanfaatan hasil penelitian atau hilirisasi riset merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong kemajuan ekonomi masyarakat. Ia menegaskan, penelitian yang dilakukan perguruan tinggi semestinya tidak berhenti pada publikasi ilmiah, melainkan perlu diterapkan secara nyata sehingga memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, inovasi menjadi instrumen penting untuk menghasilkan nilai tambah ekonomi, terutama dengan mengoptimalkan potensi sumber daya lokal melalui pendekatan yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Henmaidi juga memperkenalkan UnandHub kepada para wali nagari. Platform ini diharapkan menjadi sarana penghubung antara perguruan tinggi, pelaku dunia usaha, dan pemerintahan nagari dalam mengembangkan berbagai program ekonomi hijau melalui kemitraan yang produktif.
Ia menilai, pembangunan ekonomi sirkular harus dimulai dari tingkat desa atau nagari dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses perubahan. Dengan keterlibatan langsung warga, inovasi yang dikembangkan diharapkan mampu menjawab kebutuhan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan seminar internasional tersebut juga diisi dengan pelantikan pengurus Asosiasi Agribisnis Indonesia (AAI) Cabang Padang untuk masa bakti 2026–2030.
Ketua Umum AAI Pusat, Prof. Bayu Krisnamurthi, yang secara langsung melantik kepengurusan baru, turut menyampaikan pentingnya penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam sektor pertanian. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat membantu meningkatkan hasil produksi, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, serta memperbaiki kesejahteraan petani dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan.
Ia juga menjelaskan bahwa sistem agribisnis ke depan perlu dibangun agar lebih tangguh menghadapi berbagai risiko dan gejolak krisis. Untuk mewujudkan ekosistem ekonomi sirkular yang kuat, dibutuhkan keterlibatan tiga unsur penting, yakni fasilitator, pemungkin, dan promotor.
Selain itu, Prof. Bayu melihat Sumatera Barat memiliki peluang besar untuk mengembangkan potensi ekonominya. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah pengembangan wisata halal terpadu yang dapat menjadi sektor pendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Pembahasan mengenai ekonomi sirkular dalam seminar ini turut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga dan bidang keahlian. Di antaranya Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Arif Satria; Sekretaris Utama Kementerian Lingkungan Hidup, Rosa Vivien Ratnawati; serta Komisaris Utama PT Semen Padang yang juga Guru Besar Universitas Andalas, Prof. Werry Dartha Taifur.
Sejumlah pakar lainnya juga terlibat dalam sesi diskusi panel, yakni Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Agus Rusly, Ketua Umum Perhepi Pusat Prof. R. Nunung Nuryantono, Ketua Pusat Studi Lingkungan Hidup Unand Mahdi, perwakilan PT Semen Indonesia Indrieffouny Indra, serta perwakilan Divisi Usaha Syariah Bank Nagari, Rika Abdi.
Melalui penyelenggaraan seminar internasional ini, Universitas Andalas berharap terbangun kerja sama yang lebih erat antara perguruan tinggi, pemerintah nagari, dunia usaha, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat penerapan ekonomi hijau yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan warga pedesaan, serta mendukung keberlanjutan pembangunan di Sumatera Barat.(da*)


