Padang, Rakyatterkini.com – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memperkuat keselamatan pasien.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar kompetisi edukatif bertajuk Djamil Accreditation Knowledge Challenge sebagai upaya membangun dan memperkuat budaya mutu di lingkungan rumah sakit.
Kegiatan yang berlangsung pada 2 hingga 5 November 2026 tersebut diikuti 32 tim dari berbagai unit kerja. Kompetisi ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 RS M. Djamil.
Ajang tersebut tidak hanya bertujuan mencari tim terbaik, tetapi juga menjadi sarana untuk mengukur sekaligus meningkatkan pengetahuan para pegawai mengenai standar akreditasi rumah sakit. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan persaingan yang sehat serta mendorong peningkatan kompetensi seluruh tenaga rumah sakit.
Saat membuka kegiatan, Direktur Utama RS M. Djamil, dr. Dovy Djanas, menyampaikan bahwa penerapan standar mutu merupakan tanggung jawab seluruh unsur rumah sakit, bukan hanya pihak atau bagian tertentu.
Menurutnya, akreditasi tidak boleh dipandang sebatas kelengkapan dokumen dan pemenuhan administrasi. Lebih dari itu, setiap standar harus dipahami secara menyeluruh dan diterapkan secara konsisten dalam aktivitas pelayanan sehari-hari.
Ia menjelaskan, melalui kompetisi tersebut pihaknya ingin memastikan seluruh pegawai memiliki pemahaman yang baik mengenai ketentuan dan standar akreditasi rumah sakit.
Dovy juga menyebutkan bahwa kegiatan ini memiliki arti penting karena RS M. Djamil mulai mempersiapkan diri menghadapi penilaian akreditasi pada 2027. Persiapan perlu dilakukan secara sistematis sejak dini dengan melibatkan seluruh unit kerja dan tenaga profesional yang ada.
Manajemen rumah sakit pun menargetkan pencapaian predikat akreditasi paripurna sebagai bentuk pengakuan atas kualitas pelayanan dan penerapan standar mutu.
Ia mengajak seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kemampuan, memperluas pengetahuan, serta membiasakan penerapan standar akreditasi dalam setiap pekerjaan.
Kepada 32 tim yang mengikuti perlombaan, Dovy turut menyampaikan penghargaan atas partisipasi dan antusiasme yang ditunjukkan. Ia mengingatkan peserta agar mengedepankan sportivitas dan menjadikan kompetisi sebagai kesempatan untuk memperoleh pengetahuan baru.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak semata-mata diukur dari siapa yang keluar sebagai pemenang. Hal yang lebih penting adalah bagaimana materi dan wawasan yang diperoleh peserta dapat dibagikan kepada rekan kerja serta diterapkan di masing-masing unit pelayanan.
Melalui Djamil Accreditation Knowledge Challenge, RS M. Djamil berharap pemahaman mengenai standar akreditasi semakin tertanam dalam budaya kerja seluruh pegawai.
Dengan demikian, penerapan standar mutu tidak hanya dilakukan ketika rumah sakit menghadapi survei akreditasi, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan kerja yang dijalankan secara berkesinambungan demi menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan mengutamakan keselamatan pasien.(da*)


