Padang, Rakyatterkini.com – PT Semen Padang terus memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan 35 program pemberdayaan masyarakat yang tersebar di 12 kelurahan serta kawasan Teluk Bayur.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, perusahaan mengucurkan dana tahap awal sebesar Rp1,29 miliar.
Penyaluran bantuan kali ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif atau bottom-up, berbeda dari pola bantuan sosial yang selama ini bersifat konvensional. Melalui Forum Nagari dan Kelompok Pengelola Sumber Daya (KPS) Saiyo Sakato, masyarakat diberi kesempatan untuk menentukan sendiri program yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi, potensi, dan permasalahan di lingkungan masing-masing.
Program pemberdayaan ini mencakup sejumlah bidang, di antaranya pengembangan ekonomi produktif, peningkatan keterampilan tenaga kerja, pembangunan infrastruktur, pendidikan, serta penguatan kehidupan sosial dan budaya.
Pada bidang ekonomi, dukungan perusahaan diarahkan untuk mengembangkan berbagai usaha masyarakat, mulai dari UMKM, pertanian, perikanan hingga peternakan.
Salah satu penerima manfaat adalah Kelurahan Batu Gadang. Melalui anggaran Rp112,1 juta, sejumlah kegiatan dilaksanakan, seperti pengembangan UMKM Kampung Seribu Keripik, bantuan operasional MIS Nurul Hidayah, serta pelestarian kesenian dan budaya setempat.
Sementara itu, Forum Nagari Banda Buek memperoleh alokasi Rp111,93 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan usaha, antara lain budi daya ikan hias, pengadaan bibit dan pakan ikan lele serta nila, penetasan telur ayam kampung, dan penguatan kegiatan UMKM.
Di Kelurahan Koto Lalang, anggaran sebesar Rp84,37 juta digunakan untuk mengembangkan peternakan itik petelur. Selain itu, dana tersebut juga dimanfaatkan untuk pembangunan gudang inventaris, penyediaan fasilitas sanitasi kantor forum, serta mendukung kegiatan PKK tingkat kota.
Program pemberdayaan peternak juga dilaksanakan di Kelurahan Lambung Bukit. Dengan dukungan dana Rp104,36 juta, masyarakat diarahkan untuk mengembangkan usaha ayam kampung petelur. Anggaran tersebut sekaligus digunakan untuk memberikan pelatihan sertifikasi satuan pengamanan (satpam) bagi generasi muda.
Adapun Forum Nagari Limau Manis mendapatkan alokasi Rp87,75 juta. Pemanfaatannya meliputi pengembangan usaha penggemukan sapi kurban, pengadaan perlengkapan kesenian tradisional randai, hingga pengembangan inovasi kincir air.
Di wilayah Limau Manis Selatan, dana sebesar Rp104,62 juta diarahkan untuk mengembangkan unit usaha Forum Minum Kopi, melanjutkan pembangunan gudang sampah, serta menyelenggarakan pelatihan satpam bagi masyarakat.
Selanjutnya, Kelurahan Padang Besi memanfaatkan anggaran Rp112,22 juta untuk mendukung usaha ayam petelur, penataan kawasan Semarak Pasar Pagi, pengadaan inventaris kongsi kematian RW II, serta perbaikan gedung kantor LPM, Forum Nagari, dan PKK.
Selain mengembangkan sektor ekonomi, PT Semen Padang juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam memperluas kesempatan kerja bagi kalangan pemuda.
Melalui Program Basinergi Mambangun Nagari (BMN), Kelurahan Koto Lua mengalokasikan dana Rp87,52 juta untuk pelatihan satpam bagi pemuda serta pengadaan peralatan drumben bagi siswa MTsS Limau Manis.
Pelatihan keterampilan kerja serupa juga menjadi salah satu kegiatan di Forum Nagari Pampangan Nan XX yang memperoleh anggaran Rp94,5 juta. Selain meningkatkan kemampuan kerja, dana tersebut digunakan untuk menyediakan fasilitas olahraga bola voli sebagai sarana kegiatan positif bagi kalangan remaja.
Pada sektor pembangunan infrastruktur, program BMN turut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Di Kelurahan Baringin, misalnya, anggaran Rp112,5 juta dimanfaatkan untuk membangun turap penahan tanah guna memperbaiki saluran drainase irigasi sekaligus mengurangi risiko terjadinya erosi.
Sementara itu, Kelurahan Tarantang menggunakan dana Rp112,5 juta untuk pembangunan bak penampungan air, pemasangan jaringan pipa irigasi persawahan, perbaikan fasilitas air bersih Pamsimas, serta renovasi kantor Forum Nagari.
Program serupa juga dilaksanakan di Kelurahan Indarung. Dana sebesar Rp112,5 juta dimanfaatkan untuk pembangunan aula pertemuan masyarakat dan pemberian beasiswa bagi keluarga kurang mampu yang bermukim di sepanjang jalur ban berjalan atau belt conveyor.
Jangkauan program pemberdayaan ini turut meliputi kawasan Teluk Bayur. Melalui KPS Saiyo Sakato, anggaran Rp61,87 juta digunakan untuk memperbaiki akses jalan dan saluran pembuangan air atau riol di lingkungan permukiman. Selain itu, bantuan perlengkapan sekolah juga diberikan kepada anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan bahwa dukungan anggaran melalui program BMN merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk membangun kemandirian masyarakat. Dengan demikian, warga diharapkan memiliki kemampuan untuk mengenali sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungannya.
Menurut Win, keberhasilan sebuah program pemberdayaan tidak semata-mata dilihat dari jumlah anggaran yang diberikan. Hal yang lebih penting adalah kemampuan masyarakat dalam mengelola program, mempertahankan keberlangsungannya, serta memperoleh manfaat dalam jangka panjang.
"Keberhasilan pemberdayaan bukan hanya ditentukan oleh besarnya dana yang disalurkan. Namun, yang terpenting adalah bagaimana masyarakat mampu mengelola program, menjaga keberlanjutannya, dan menikmati manfaatnya secara mandiri. Forum Nagari hadir sebagai wadah bagi warga untuk menentukan potensi serta solusi atas kebutuhan mereka," ungkap Win.
Ia menjelaskan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian utama dalam pelaksanaan BMN. Warga dilibatkan sejak proses penyusunan rencana, pelaksanaan kegiatan, hingga pemeliharaan hasil program.
Melalui pola tersebut, perusahaan berharap bantuan yang diberikan tidak menciptakan ketergantungan. Sebaliknya, masyarakat diharapkan semakin kuat dan mampu berkembang, baik dari sisi ekonomi maupun kehidupan sosial.
Sebagai informasi, Forum Nagari merupakan wadah kolaborasi yang melibatkan lembaga sosial ekonomi, Kerapatan Adat Nagari, serta berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan di tingkat lokal.
Forum ini dibentuk atas inisiatif PT Semen Padang melalui deklarasi yang dilaksanakan di Bukittinggi pada 31 Januari 2015.
Sejak saat itu, Forum Nagari terus berperan dalam mendorong pembangunan berbasis masyarakat. Keberadaannya diharapkan dapat memastikan setiap program pemberdayaan terlaksana sesuai kebutuhan warga, dikelola secara transparan, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan.


