Padang , Rakyatterkini.com– Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau para kontraktor yang melaksanakan proyek pembangunan maupun pembenahan drainase agar lebih berhati-hati ketika melakukan penggalian. Langkah ini penting untuk menghindari kerusakan jaringan pipa air minum yang tertanam di bawah tanah.
Penggalian tanpa memperhatikan keberadaan fasilitas utilitas berisiko menyebabkan pipa distribusi mengalami kerusakan. Dampaknya, pasokan air bersih kepada pelanggan bisa terganggu, bahkan terhenti sementara.
Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Afrianto, menjelaskan bahwa kerusakan pipa akibat pekerjaan konstruksi membutuhkan penanganan teknis secepatnya. Petugas harus segera turun ke lapangan untuk memperbaiki bagian yang rusak agar kebocoran dapat dihentikan dan aliran air kembali berjalan normal.
Afrianto meminta kontraktor memastikan kondisi jaringan bawah tanah sebelum memulai pekerjaan, sehingga pelaksanaan penggalian tidak merusak fasilitas distribusi air minum.
Ia menegaskan, jaringan perpipaan merupakan salah satu infrastruktur vital yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Karena itu, keberadaannya perlu diperhitungkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan proyek pembangunan.
Perumda Air Minum Kota Padang pada dasarnya mendukung berbagai program pembangunan dan pembenahan drainase yang dilakukan pemerintah. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas infrastruktur kota sekaligus mengurangi risiko genangan dan banjir.
Meski demikian, pekerjaan infrastruktur harus dilaksanakan dengan perencanaan matang agar tidak memunculkan dampak lain, terutama kerusakan pipa yang dapat menghambat pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Afrianto juga mendorong terjalinnya komunikasi dan koordinasi antara pihak kontraktor, instansi terkait, serta Perumda Air Minum sebelum kegiatan penggalian dimulai. Melalui koordinasi sejak awal, lokasi jaringan pipa dapat diketahui sehingga potensi kerusakan bisa dicegah.
Ia berharap pekerjaan pembangunan tidak sampai mengakibatkan masyarakat kehilangan akses terhadap layanan air minum, terutama jika risiko tersebut sebenarnya dapat dihindari melalui langkah antisipasi.
Menurutnya, sikap hati-hati dan koordinasi yang baik menjadi faktor penting dalam setiap kegiatan pembangunan yang dilakukan di lapangan.
Perumda Air Minum Kota Padang berharap peningkatan infrastruktur perkotaan tetap memperhatikan keberadaan fasilitas pelayanan publik. Dengan begitu, pembangunan dapat berjalan optimal tanpa mengganggu kelancaran distribusi air minum bagi pelanggan.(da*)


