![]() |
| Menanam Padil |
Padang, Rakyatterkni.com – Produksi padi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai 1.413.181 ton gabah kering giling (GKG). Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 2,20 persen dibandingkan capaian tahun 2025 yang tercatat sebanyak 1.382.697 ton GKG.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Nurul Hasanuddin, dalam keterangan resmi yang diterima Selasa (3/11/2026), mengatakan kenaikan produksi tersebut mencapai 30.484 ton GKG dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini sejalan dengan bertambahnya luas lahan panen, meskipun kenaikannya tidak terlalu besar.
Ia menjelaskan, luas panen padi di Sumbar pada 2026 diperkirakan mencapai 284.130 hektare. Angka tersebut bertambah 55 hektare atau sekitar 0,02 persen dibandingkan luas panen tahun 2025 yang mencapai 284.076 hektare.
Apabila dikonversikan menjadi beras untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, produksi beras Sumbar pada 2026 diperkirakan mencapai 818.264 ton. Jumlah ini meningkat 17.651 ton atau 2,20 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang berada di angka 800.613 ton.
Berdasarkan catatan BPS, luas panen padi selama Januari hingga September 2026 mencapai 220.724 hektare. Capaian tersebut justru lebih rendah 13.361 hektare atau 5,71 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yakni sebanyak 234.084 hektare.
Sementara itu, luas panen pada Oktober hingga Desember 2026 diperkirakan mencapai 63.407 hektare. Potensi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi padi hingga akhir tahun.
Dari sisi hasil produksi, sepanjang Januari-September 2026 Sumbar menghasilkan 1.098.307 ton GKG. Angka tersebut mengalami penurunan 29.598 ton atau 2,62 persen dibandingkan periode serupa tahun 2025 yang mencapai 1.127.905 ton GKG.
Meski demikian, BPS memproyeksikan produksi padi pada Oktober-Desember 2026 mencapai 314.874 ton GKG. Perkiraan hasil panen pada tiga bulan terakhir ini menjadi salah satu faktor penting dalam mengejar target produksi tahunan.
Jika dilihat berdasarkan kabupaten dan kota, Kabupaten Solok menempati posisi teratas sebagai daerah penghasil padi terbesar di Sumbar pada 2026 dengan produksi mencapai 196.206 ton GKG.
Selanjutnya, Kabupaten Pesisir Selatan berada di urutan kedua dengan produksi 180.354 ton GKG, disusul Kabupaten Tanah Datar sebanyak 166.643 ton GKG.
Adapun produksi terendah tercatat di Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan 2.873 ton GKG. Berikutnya, Kota Bukittinggi menghasilkan 3.731 ton GKG dan Kota Padang Panjang sebanyak 5.235 ton GKG.
BPS juga mengungkapkan sejumlah daerah mencatat pertumbuhan produksi cukup tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Tanah Datar mengalami peningkatan sebesar 16,66 persen, Kabupaten Lima Puluh Kota naik 16,21 persen, sedangkan Kabupaten Agam tumbuh 8,38 persen.
Di sisi lain, beberapa daerah mengalami penurunan produksi padi. Kabupaten Solok tercatat turun 6,92 persen, Kabupaten Padang Pariaman berkurang 7,39 persen, dan Kabupaten Pasaman Barat mengalami penurunan sebesar 7,12 persen.
Nurul Hasanuddin menegaskan, data luas panen dan produksi padi tahun 2026 tersebut masih bersifat sementara. Angka yang disajikan merupakan gabungan realisasi luas panen selama Januari-September dan perkiraan luas panen pada Oktober-Desember 2026.
Estimasi tersebut disusun berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) untuk pengamatan September 2026.(da)


