Painan, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, terus mendorong pengembangan sektor kelautan dan perikanan, terutama melalui budi daya komoditas unggulan yang memiliki nilai jual tinggi. Salah satu potensi yang mulai dikembangkan adalah usaha pembesaran lobster dan ikan kerapu.
Potensi tersebut terlihat dari keberadaan tambak pembesaran lobster dan ikan kerapu di Kampung Sungai Bungin, Nagari Koto Nan Duo IV Koto Hilir, Kecamatan Batang Kapas. Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, baru-baru ini melakukan kunjungan langsung ke lokasi tersebut.
Dalam kunjungannya, Risnaldi berdiskusi dengan pengelola tambak terkait teknik pembesaran, kapasitas produksi, hingga nilai jual komoditas yang dibudidayakan.
Berdasarkan penjelasan pengelola, usaha pembesaran lobster memiliki prospek ekonomi yang cukup besar. Saat ini, harga lobster di pasaran dapat mencapai Rp1,2 juta per kilogram.
Pengelola juga memperlihatkan salah satu lobster hasil pembesaran dengan bobot mencapai 1,8 kilogram. Untuk mendapatkan ukuran tersebut, proses pemeliharaan membutuhkan waktu sekitar 15 bulan.
Melihat peluang tersebut, Risnaldi menilai budi daya lobster dan ikan kerapu berpotensi dikembangkan menjadi sektor andalan daerah. Menurutnya, usaha ini dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor perikanan di Pessel.
"Inilah salah satu yang nantinya akan kita jadikan unggulan, Pak Kadis, untuk sumber perekonomian Kabupaten Pesisir Selatan dalam bidang perikanan," ujar Risnaldi.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus memberikan perhatian terhadap pengembangan usaha perikanan dan kelautan. Hal tersebut dinilai penting mengingat banyak masyarakat Pessel yang menggantungkan penghidupan dari sektor tersebut.
Terlebih lagi, Kabupaten Pesisir Selatan memiliki bentang garis pantai sekitar 200 kilometer. Potensi geografis ini menjadi modal besar untuk mengembangkan berbagai usaha di bidang perikanan dan kelautan.
Risnaldi menegaskan, kekayaan sumber daya alam tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal melalui pengelolaan yang tepat. Dengan pengembangan yang berkelanjutan, sektor perikanan diharapkan tidak hanya menjadi sumber mata pencaharian, tetapi juga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Selain berdialog dengan pengelola, Risnaldi turut meninjau fasilitas tambak dan melihat secara langsung proses pembesaran lobster serta ikan kerapu.
Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Pessel Andi Syafrinal, Kepala Dinas Perkimtan LH Roli Buchari, Camat Batang Kapas, serta Kabid Bina Marga Fahresi Eka Siska.(da*)


