Notification

×

Iklan

Pabrik Kabel Bawah Laut di Surabaya Terbakar

Sabtu, 07 November 2026 | 14:35 WIB Last Updated 2026-11-07T07:35:00Z

Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang melalap

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kebakaran terjadi di sebuah pabrik kabel bawah laut yang berlokasi di Jalan Mastrip, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (6/11/2026) malam. Sebanyak 15 unit mobil pemadam kebakaran (PMK) dikerahkan untuk mengatasi kobaran api yang membakar bangunan pabrik seluas kurang lebih 400 meter persegi.

Api pertama kali terlihat muncul dari bagian depan gedung, kemudian dengan cepat menjalar ke sejumlah area lainnya. Banyaknya bahan yang mudah terbakar, seperti plastik dan kabel, menjadi salah satu faktor yang membuat proses pemadaman membutuhkan upaya ekstra.

Salah seorang karyawan pabrik, Muhammad Imron, mengatakan kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Ketika kejadian berlangsung, aktivitas pabrik sudah berhenti dan seluruh pintu dalam keadaan terkunci. Para karyawan diketahui telah meninggalkan lokasi sejak pukul 17.00 WIB.

Saat kebakaran terjadi, hanya petugas keamanan yang masih berjaga di lingkungan pabrik. Petugas pemadam kebakaran pun harus mendobrak pintu bangunan untuk masuk dan menjangkau sumber api agar proses pemadaman dapat segera dilakukan.

Peristiwa tersebut mengakibatkan bangunan pabrik seluas sekitar 400 meter persegi beserta seluruh isinya hangus terbakar.

"Alhamdulillah api sudah dipadamkan dan tidak ada korban jiwa," ujar Imron saat ditemui di lokasi kejadian.

Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M. Rokhim, menjelaskan bahwa sebanyak 15 unit mobil pemadam dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

Menurutnya, laporan kejadian diterima petugas pada pukul 20.23 WIB. Banyaknya material yang mudah terbakar di dalam pabrik membuat pengerahan armada dalam jumlah besar diperlukan untuk mengendalikan api.

"Informasi masuk pukul 20.23 WIB. Barang-barang ini banyak plastik dan lain-lain, jadi perlu unit yang cukup banyak," ungkap Rokhim.

Dalam upaya pemadaman, petugas menyemprotkan air dari berbagai arah. Bahkan, proses tersebut juga dilakukan melalui kawasan permukiman yang berada tepat di samping bangunan pabrik.

Setelah melakukan penanganan selama kurang lebih satu jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan seluruh kobaran api.

Tidak ada korban jiwa maupun laporan korban dalam kejadian tersebut. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Meski demikian, dugaan sementara mengarah pada korsleting atau hubungan arus pendek listrik.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update