Notification

×

Iklan

Mahyeldi Dorong Harau Jadi Destinasi Panjat Tebing Dunia

Jumat, 06 November 2026 | 10:41 WIB Last Updated 2026-11-06T03:41:00Z

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apresiasi

Sarilamak, Rakyatterkini.com – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengapresiasi penyelenggaraan Harau International Climbing Festival (HICFEST) 2026 yang digelar Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sumbar di kawasan Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (3/11/2026).

Menurut Mahyeldi, festival bertaraf internasional tersebut menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkenalkan kekayaan alam dan potensi olahraga panjat tebing Sumatera Barat kepada masyarakat luas, baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Ia menilai, HICFEST tidak hanya menjadi wadah bagi atlet dan komunitas panjat tebing untuk mengembangkan kemampuan, tetapi juga membuka peluang promosi pariwisata Lembah Harau yang memiliki keindahan alam serta karakter tebing yang khas.

Mahyeldi berharap kegiatan ini mampu meningkatkan popularitas Harau sebagai destinasi wisata unggulan yang semakin dikenal di tingkat internasional.

"Melalui HICFEST 2026, kita berharap Harau semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Potensi alam yang dimiliki kawasan ini sangat luar biasa dan memiliki banyak pilihan aktivitas wisata, salah satunya panjat tebing," ujarnya.

Ia menjelaskan, festival tersebut merupakan pengembangan dari kegiatan serupa yang sebelumnya telah mendapat sambutan positif dari kalangan pencinta panjat tebing. Karena itu, Mahyeldi berharap penyelenggaraannya dapat dilakukan secara berkelanjutan dan terus ditingkatkan agar Harau menjadi salah satu lokasi pilihan untuk kejuaraan panjat tebing berskala nasional hingga internasional.

Mahyeldi juga menyoroti keistimewaan tebing-tebing alam di Lembah Harau yang memiliki ketinggian serta tingkat tantangan tersendiri. Potensi tersebut bahkan mendapat perhatian dari sejumlah pengunjung luar negeri yang hadir dalam festival.

Ia menyebutkan, salah seorang tamu mancanegara, Steve Long, turut mengungkapkan kekagumannya terhadap karakter tebing di kawasan Harau.

"Informasi dari tamu-tamu yang datang, termasuk Steve Long, menyebutkan tebing di Harau memiliki ketinggian yang luar biasa. Ini menjadi potensi besar yang harus kita kembangkan," katanya.

Selain dikenal dengan wisata panjat tebing, Lembah Harau juga memiliki kekayaan alam lainnya, termasuk sekitar 27 air terjun. Beragam potensi tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk mengembangkan kawasan Harau sebagai destinasi wisata terpadu yang menawarkan keindahan alam, olahraga, seni, dan budaya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, lanjut Mahyeldi, berkomitmen mendukung berbagai kegiatan yang berpotensi meningkatkan arus kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

"Kita sangat mendukung kegiatan yang menghadirkan banyak orang ke Sumatera Barat. Pariwisata menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah, sehingga event olahraga, budaya, seni, dan kegiatan lainnya perlu terus kita dorong," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi FPTI Sumbar, Zuhrizul, menjelaskan bahwa HICFEST dikembangkan untuk menjadikan panjat tebing sebagai salah satu pilihan wisata olahraga yang dapat dinikmati berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga keluarga.

Ia berharap ke depannya Lembah Harau menjadi tujuan wisata keluarga, terutama bagi masyarakat yang ingin merasakan pengalaman beraktivitas di tebing alam.

"Harapan kita, ke depan banyak anak-anak yang meminta orang tuanya berwisata ke Harau karena ingin mencoba panjat tebing. Jadi, panjat tebing bukan lagi sekadar olahraga ekstrem, tetapi juga menjadi olahraga wisata," ungkap Zuhrizul.

Menurutnya, FPTI Sumbar ingin memastikan kegiatan wisata panjat tebing di Harau dapat terus berjalan sepanjang tahun, bukan hanya saat festival berlangsung.

Sebagai bentuk dukungan terhadap rencana tersebut, pihaknya memperoleh dukungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) berupa pemanfaatan gedung bekas kantor BKSDA. Bangunan itu direncanakan akan difungsikan sebagai Harau Climbing Center yang nantinya menjadi pusat informasi dan pengembangan aktivitas panjat tebing di kawasan Lembah Harau.

Pelaksanaan HICFEST 2026 sendiri dipusatkan di empat titik, yaitu Tebing Aka Barayun, Tebing Echo, Tebing Pataki, dan Tebing Konoha. Zuhrizul berharap festival ini menjadi momentum awal untuk menghidupkan kegiatan wisata panjat tebing secara rutin di kawasan tersebut.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan, di antaranya BKSDA, BPBD, KONI, Eiger, dan Bank Nagari.

Dengan terselenggaranya HICFEST 2026, Mahyeldi berharap Lembah Harau semakin berkembang menjadi destinasi wisata olahraga yang memiliki daya saing internasional. Selain meningkatkan citra pariwisata Sumatera Barat, kegiatan ini juga diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan, menciptakan kesempatan usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update