Notification

×

Iklan

IDI Padang Gelar Pelatihan USG bagi Dokter Umum

Senin, 02 November 2026 | 23:47 WIB Last Updated 2026-11-02T16:47:00Z

IDI Padang Gelar Pelatihan USG

Padang, Rakyatterkini.com – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Padang mengadakan pelatihan pengoperasian ultrasonografi (USG) bagi dokter umum yang bertugas di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). 

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga medis, terutama dalam melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap ibu hamil.

Pelatihan tersebut menjadi salah satu agenda Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) IDI Padang 2026 yang dilaksanakan pada Minggu (1/11/2026). Memasuki hari kedua penyelenggaraan, kegiatan ini melibatkan sejumlah dokter spesialis yang bertindak sebagai mentor untuk membimbing peserta selama pelatihan.

Lebih dari 50 dokter mengikuti workshop tersebut. Seluruh peserta dibagi menjadi tiga kelompok agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif. Selain memperoleh pemahaman secara teori, mereka juga mendapatkan kesempatan menggunakan perangkat USG secara langsung untuk memeriksa ibu hamil dengan pengawasan dari para mentor.

Salah seorang peserta, dr. Putri, menyampaikan bahwa workshop tersebut memberikan pengalaman dan pengetahuan baru baginya. Ia mengapresiasi metode pelatihan yang tidak hanya mengandalkan pemaparan materi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk mencoba langsung penggunaan alat USG.

Menurutnya, praktik secara langsung membuat materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diterapkan.

“Awalnya saya mengira kegiatan ini hanya memberikan materi teori, kemudian mentor yang melakukan praktik. Namun, ternyata setiap peserta mendapat kesempatan mencoba sendiri. Ini pengalaman yang tidak saya duga dan tentu sangat saya syukuri,” ujarnya.

Putri mengungkapkan, workshop tersebut menjadi pengalaman pertamanya mengikuti pelatihan penggunaan USG dengan metode praktik langsung. Ia menjelaskan bahwa selama menjalani pendidikan kedokteran, pembelajaran mengenai keterampilan pengoperasian USG belum diperoleh secara mendalam.

Keterbatasan kesempatan untuk mempelajari keterampilan tersebut secara khusus, ditambah kebutuhan biaya pelatihan, menjadi beberapa faktor yang selama ini menyulitkan dokter umum untuk mendalaminya.

“Ketika masih kuliah, materi ini belum dipelajari secara optimal. Kami juga tidak memiliki waktu khusus untuk mendalaminya, sementara untuk mengikuti pelatihan seperti ini tentu membutuhkan biaya,” jelasnya.

Ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama workshop dapat dimanfaatkan dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Terlebih, fasilitas kesehatan tempatnya bekerja saat ini belum menyediakan layanan pemeriksaan USG.

Putri menilai, keberadaan peralatan USG di FKTP nantinya akan sangat bermanfaat apabila didukung kemampuan dokter umum dalam mengoperasikannya. Dengan demikian, masyarakat berpeluang memperoleh pelayanan pemeriksaan kesehatan yang lebih optimal.

Di sisi lain, Ketua PIT IDI Padang 2026, dr. Rhandyka Rafli, Sp.Onk.Rad (K), menjelaskan bahwa workshop tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 IDI.

Ia menyebutkan, berbagai agenda dalam PIT tahun ini dirancang berdasarkan kebutuhan para anggota organisasi. Salah satu prioritas yang diangkat adalah pengembangan kemampuan dokter umum melalui kegiatan pelatihan dan workshop.

Menurut Rhandyka, penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan IDI Cabang Padang dalam menyediakan ruang pembelajaran bagi anggotanya.

"IDI Cabang Padang mengadakan kegiatan ini untuk memfasilitasi kebutuhan anggota. Tahun ini kami fokus kepada dokter umum," katanya.

Tidak hanya pelatihan USG, PIT IDI Padang 2026 juga diisi dengan sejumlah simposium yang mengangkat berbagai persoalan dalam praktik kedokteran. Materi yang dibahas meliputi cara membangun komunikasi yang efektif antara dokter dan pasien, aspek perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan, serta masalah burnout atau kelelahan dalam lingkungan pekerjaan.

Selain itu, peserta juga memperoleh materi seputar penanganan kondisi kegawatdaruratan yang mencakup empat bidang kedokteran, di antaranya bedah, kesehatan anak, dan kebidanan.

Rhandyka mengatakan, perubahan zaman turut memengaruhi tantangan yang dihadapi tenaga medis. Dinamika peraturan, perkembangan sistem pelayanan kesehatan, hingga pengaruh media sosial menuntut dokter untuk terus memperbarui pengetahuan dan menyesuaikan diri.

Oleh sebab itu, menurutnya, peningkatan kemampuan klinis harus disertai pemahaman mengenai komunikasi dengan pasien serta pengetahuan tentang aspek hukum dalam menjalankan profesi. Kedua hal tersebut penting agar dokter dapat memberikan pelayanan secara profesional dan merasa terlindungi dalam menjalankan tugasnya.

Ia berharap PIT IDI Padang beserta berbagai kegiatan pelatihan yang diselenggarakan dapat menjadi sarana bagi para dokter untuk terus mengembangkan kemampuan profesional. Kegiatan tersebut juga diharapkan mempererat hubungan dan komunikasi antardokter dari berbagai generasi.

"IDI sebagai rumah bagi para dokter akan memberikan program sesuai dengan kebutuhan dokter. Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya mempererat silaturahmi lintas generasi," tuturnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update