Painan, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, terus mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat sekaligus sumber peningkatan pendapatan daerah.
Kabupaten Pesisir Selatan memiliki beragam destinasi wisata unggulan yang menawarkan keindahan alam, mulai dari Kawasan Wisata Mandeh dengan panorama laut dan gugusan pulau-pulau kecil, Pantai Carocok Painan yang dilengkapi berbagai wahana, hingga Air Terjun Bayang Sani serta sejumlah objek wisata pantai lainnya.
Meski memiliki potensi alam yang besar, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan destinasi. Pengelolaan kawasan, kebersihan lingkungan, kelengkapan fasilitas, serta kualitas pelayanan juga menjadi faktor penting untuk memberikan pengalaman terbaik kepada wisatawan.
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, kembali menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan seluruh kawasan wisata. Menurutnya, upaya tersebut harus menjadi perhatian bersama agar destinasi wisata di daerah itu semakin diminati dan mampu mendorong wisatawan untuk berkunjung kembali.
Ia mengatakan, keindahan alam merupakan modal utama Pessel dalam mengembangkan pariwisata. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan penataan dan pengelolaan yang optimal sehingga pengunjung merasa aman dan nyaman selama berada di lokasi wisata.
"Keindahan alam saja tidak cukup. Kebersihan kawasan, kenyamanan pengunjung, fasilitas yang memadai, serta pelayanan yang baik harus menjadi perhatian bersama. Kita ingin wisatawan datang dengan senang dan pulang membawa kesan positif tentang Pesisir Selatan," ujar Hendrajoni dalam keterangan tertulis, Minggu (8/11/2026).
Hendrajoni menjelaskan, kawasan wisata yang bersih, rapi, dan terawat dapat meningkatkan daya tarik daerah di mata pengunjung. Oleh sebab itu, seluruh pihak, mulai dari pengelola objek wisata, pelaku usaha hingga masyarakat sekitar, perlu berperan aktif menjaga kondisi lingkungan.
Ia secara khusus mengingatkan agar persoalan sampah tidak dipandang sebelah mata. Kesadaran membuang sampah pada tempatnya perlu terus ditanamkan, baik di lingkungan permukiman maupun di berbagai kawasan wisata, terutama pantai dan destinasi bahari.
"Menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kebersihan. Ini tanggung jawab kita bersama. Kalau lingkungan wisata bersih, pengunjung nyaman, dan masyarakat juga ikut merasakan manfaatnya," katanya.
Selain kebersihan, pembenahan sarana dan prasarana pendukung juga dinilai perlu menjadi prioritas. Fasilitas seperti area parkir, toilet, tempat beristirahat, papan informasi, hingga akses pelayanan bagi wisatawan harus tersedia dengan baik dan terpelihara.
Menurut Hendrajoni, Kawasan Wisata Mandeh dan Carocok Painan merupakan dua destinasi unggulan yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Keunikan serta panorama alam di kedua kawasan tersebut menjadi daya tarik yang dapat menjangkau wisatawan dari dalam maupun luar daerah.
Di sisi lain, peningkatan kualitas pariwisata juga harus diikuti dengan pelayanan yang profesional dari para pelaku usaha. Ia mengharapkan seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas wisata dapat memberikan pelayanan secara ramah, jujur, dan mengutamakan kenyamanan pengunjung.
"Kita ingin wisatawan merasa aman, nyaman, dan dihargai ketika berkunjung. Pelayanan yang baik akan membuat mereka ingin datang kembali. Dampaknya tentu juga akan dirasakan oleh masyarakat melalui peningkatan aktivitas ekonomi," ungkapnya.
Lebih lanjut, Hendrajoni berharap pengembangan pariwisata di Pesisir Selatan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pengelolaan destinasi secara berkelanjutan diharapkan mampu membuka kesempatan usaha baru, mendorong pertumbuhan UMKM, serta memperluas lapangan pekerjaan bagi warga setempat.
Dengan demikian, sektor pariwisata tidak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan, tetapi juga dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah yang manfaatnya dirasakan secara langsung oleh masyarakat Pesisir Selatan.(da*)


