Notification

×

Iklan

Festival Nasyid Sumbar 2026 Dorong Dakwah Generasi Muda

Senin, 02 November 2026 | 02:29 WIB Last Updated 2026-11-01T19:29:00Z

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir resmi membuka Festival Nasyid Sumbar 2026

Padang, Rakyatterkini.com – Seni nasyid memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai media dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman. Selain menjadi sarana menyampaikan pesan-pesan keislaman, kesenian ini juga dinilai mampu membentuk karakter dan memperkuat nilai religius di kalangan generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat membuka Festival Nasyid Sumatera Barat 2026 di Palanta Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Sabtu (31/10/2026).

Penyelenggaraan festival yang berlangsung meriah itu menjadi salah satu upaya untuk menghidupkan kembali seni vokal Islami sekaligus memperluas ruang kreativitas bagi para pecinta nasyid di Sumatera Barat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum Nasyid Nusantara Wilayah Sumbar Allan Qadrianda, Ketua Pelaksana Fesnas Sumbar 2026 Rahmad Hidayat, Pengurus Koordinator RnD Nasyid Nusantara Pusat Yedo Sigma, Pembina Nasyid Nusantara Wilayah Sumbar Muhammad Riza Harry Susanto, serta sejumlah dewan juri tingkat nasional.

Dalam sambutannya, Maigus Nasir menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat pendidikan agama serta melestarikan kebudayaan Minangkabau.

Ia menjelaskan, pengembangan kesenian bernuansa Islami juga menjadi bagian dari pelaksanaan Program Unggulan Smart Surau. Melalui program tersebut, pembinaan generasi muda dilakukan dengan berbagai kegiatan positif, termasuk pengembangan seni keislaman di lingkungan sekolah, masjid, dan musala.

Maigus berharap nasyid dapat berkembang bersama seni kasidah sehingga tercipta perpaduan antara kesenian tradisional dan kreativitas modern.

"Kita ingin nasyid dan kasidah sama-sama tumbuh dan berkembang dengan menggabungkan unsur tradisi serta sentuhan seni modern. Harapan kita, festival ini bisa ditingkatkan menjadi kegiatan berskala nasional pada 2027," ungkapnya.

Ia juga menyebutkan, rencana tersebut sejalan dengan agenda Pemerintah Kota Padang yang akan mengundang perwakilan dari 28 negara anggota Dunia Melayu Dunia Islam dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Padang.

Sebagai Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Padang, Maigus turut mendorong adanya terobosan dalam kegiatan syiar Islam. Salah satunya dengan mengusulkan agar cabang kasidah untuk kategori anak-anak dan remaja dapat dimasukkan dalam rangkaian perlombaan MTQ Nasional 2027.

Menurutnya, langkah tersebut dapat membuka peluang lebih luas bagi perkembangan seni Islami sekaligus mempertemukan kesenian tradisional dengan nasyid yang dikemas secara lebih modern.

Upaya pengembangan tersebut juga mendapat dukungan dari Wali Kota Padang Fadly Amran. Pemerintah Kota Padang terus mendorong pelaksanaan Smart Surau sebagai salah satu sarana pembinaan generasi muda melalui pendekatan keagamaan, budaya, dan kegiatan kreatif.

Sementara itu, Ketua Umum Nasyid Nusantara Wilayah Sumbar Allan Qadrianda mengatakan, Festival Nasyid Sumbar tidak semata-mata ditujukan untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang mempererat hubungan antarpeserta sekaligus meningkatkan kualitas dan perkembangan seni Islami.

Allan menegaskan, pihaknya siap menjalin kerja sama dengan sekolah dan berbagai lembaga pendidikan untuk menghadirkan kegiatan pembinaan yang dapat memperkuat karakter Islami di kalangan pelajar.

"Kami ingin festival ini menjadi wadah silaturahmi, pembinaan, sekaligus pengembangan kreativitas seni Islami. Nasyid Nusantara juga siap berkolaborasi dengan sekolah maupun lembaga pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda," ujarnya.

Ketua Pelaksana Fesnas Sumbar 2026, Rahmad Hidayat, mengungkapkan bahwa minat peserta terhadap festival perdana ini cukup tinggi. Sebelum tampil di babak final, seluruh peserta terlebih dahulu melewati tahapan seleksi secara daring dengan proses penilaian yang ketat.

Festival tahun ini mempertandingkan tiga kategori, yaitu solo song tingkat pelajar, solo song tingkat umum, serta nasyid grup.

Dari proses seleksi tersebut, terpilih 10 finalis kategori solo pelajar, tujuh finalis solo umum, dan 12 grup nasyid. Seluruh finalis kemudian berkesempatan menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri tingkat nasional.

Rahmad berharap penyelenggaraan festival ini dapat menjadi langkah awal untuk melahirkan lebih banyak seniman nasyid berbakat dari Sumatera Barat.

Melalui Festival Nasyid Sumatera Barat 2026, diharapkan muncul generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan vokal berkualitas, tetapi juga menjadikan seni sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai keislaman, memperkuat akhlak, serta menyampaikan pesan perdamaian kepada masyarakat luas.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update