Notification

×

Iklan

Dinkes Padang Telusuri Kontak Erat Pasien TB

Rabu, 04 November 2026 | 05:29 WIB Last Updated 2026-11-03T22:29:00Z

Pemko Padang melalui Dinkes melakukan tracing tuberkulosis (TB)

Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) semakin menggencarkan upaya pencegahan dan pengendalian tuberkulosis (TB) dengan melakukan penelusuran kontak terhadap warga yang berisiko tertular. Program ini dilaksanakan di 104 kelurahan dengan menyasar masyarakat yang pernah berinteraksi erat dengan pasien TB serta kelompok yang memiliki risiko tinggi terinfeksi penyakit tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Padang, dr. Dessy M. Siddik, mengatakan kegiatan pelacakan kontak telah dimulai sejak 19 Agustus 2026 dan direncanakan berlangsung hingga pertengahan November mendatang. Pelaksanaan program dilakukan di seluruh wilayah Kota Padang dengan mempertimbangkan kondisi kependudukan dan jumlah kasus TB yang ditemukan di setiap kelurahan.

Menurutnya, Dinkes Padang telah menetapkan 242 titik lokasi penelusuran atau lokus tracing. Masing-masing lokasi menargetkan sekitar 100 orang yang diketahui pernah melakukan kontak dengan pasien TB aktif untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Dessy menjelaskan, penelusuran dilakukan dengan mengidentifikasi orang-orang yang memiliki riwayat interaksi dengan pasien TB, mulai dari anggota keluarga, tetangga, rekan kerja, teman sekolah hingga lingkungan pergaulan lainnya.

"Setelah ditemukan pasien yang dinyatakan positif TB, kami menelusuri orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya. Mereka kemudian diarahkan untuk menjalani pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut," ujar Dessy di Padang, Selasa (3/11/2026).

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Dinkes Padang turut melibatkan pemerintah kelurahan dan kader kesehatan. Kolaborasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat, menemukan warga yang berpotensi terinfeksi, sekaligus mengajak mereka mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Upaya deteksi dini menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penyebaran TB sekaligus mengurangi risiko munculnya kasus baru di tengah masyarakat.

Warga yang menunjukkan gejala atau memiliki dugaan terinfeksi berdasarkan hasil skrining awal akan diarahkan menjalani pemeriksaan dahak (sputum). Jika hasil pemeriksaan menunjukkan positif TB, pasien akan mendapatkan penanganan dan pengobatan secara gratis hingga dinyatakan sembuh. Sementara itu, warga yang hasil pemeriksaannya negatif tetap diberikan informasi mengenai langkah-langkah pencegahan penularan.

Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pola hidup bersih dan upaya menghindari penyebaran bakteri TB. Mengingat penyakit ini dapat menular melalui udara, warga diingatkan untuk menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut serta hidung.

Masyarakat juga diminta tidak membuang dahak sembarangan serta menjaga sirkulasi udara dan pencahayaan alami di dalam rumah agar tetap optimal.

Dessy berharap masyarakat yang menjadi sasaran penelusuran kontak dapat berpartisipasi aktif dengan bersedia menjalani pemeriksaan sesuai arahan petugas kesehatan. Menurutnya, pemeriksaan lebih awal memungkinkan penanganan segera dilakukan sehingga risiko penularan kepada orang lain dapat ditekan.

"Kami berharap masyarakat yang menjadi sasaran pemeriksaan bisa meluangkan waktu untuk datang. Jika memang sudah tertular, pengobatan dapat segera diberikan agar tidak menyebarkan penyakit kepada orang lain. Dengan demikian, rantai penularan TB bisa diputus dan kasus baru dapat segera ditangani," tutupnya.(da)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update