Notification

×

Iklan

Delapan Tahun Hidup di Jalanan, Keluarga Asal Padang Akhirnya Pulang

Minggu, 01 November 2026 | 18:49 WIB Last Updated 2026-11-01T11:49:00Z

Dinas Sosial Kota Padang melaksanakan reunifikasi keluarga terlantar 

Padang, Rakyatterkini.com – Penantian panjang sebuah keluarga asal Kota Padang untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik akhirnya menemui harapan. Setelah sekitar delapan tahun hidup berpindah-pindah di jalanan wilayah Jawa Barat, Budi (35), bersama istrinya Nopi (27) dan tujuh anak mereka, kini telah kembali ke kampung halaman dan berkumpul dengan keluarga besar.

Pemulangan keluarga tersebut difasilitasi Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Sosial. Proses reunifikasi atau penyatuan kembali dengan kerabat dilaksanakan di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sabtu (31/10/2026).

Sebelum kembali ke Padang, keluarga ini menjalani kehidupan yang memprihatinkan. Berdasarkan hasil penelusuran dan asesmen petugas, Budi, Nopi, serta ketujuh anaknya telah bertahun-tahun hidup tanpa tempat tinggal tetap di sejumlah kawasan Jawa Barat, mulai dari Cileungsi, Cibinong hingga Bekasi.

Bahkan, mereka sempat bertahan hidup di bawah kolong jembatan layang Simpang Cileungsi, Kabupaten Bogor, dengan mengandalkan aktivitas meminta-minta di jalanan.

Selama menjalani kehidupan tersebut, keluarga ini juga tidak mempunyai dokumen administrasi kependudukan, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Kondisi itu membuat mereka kesulitan mengakses berbagai layanan pemerintah, termasuk bantuan sosial dan pendidikan bagi anak-anaknya. Selain kehilangan kesempatan bersekolah, ketujuh anak tersebut juga menghadapi persoalan pemenuhan gizi.

Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sendjaya, hadir langsung dalam penyerahan keluarga tersebut kepada pihak kerabat yang diwakili Wendri Donal. Keberhasilan pemulangan ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Sosial Kota Padang, Sentra Galih Pakuan Bogor, serta Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional I Sumatera.

Eri mengatakan, pemulangan tersebut menjadi bukti kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang menghadapi persoalan kesejahteraan sosial, meskipun keberadaan mereka berada di luar wilayah Kota Padang.

Menurutnya, melalui Program Unggulan (Progul) Padang Melayani, pemerintah berupaya memberikan pelayanan dan memastikan setiap warga yang membutuhkan mendapatkan perhatian serta penanganan yang semestinya.

"Ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang melalui Progul Padang Melayani untuk membantu masyarakat yang mengalami permasalahan sosial. Meskipun keluarga ini berada di luar daerah, kami tetap berupaya hadir dan memastikan mereka bisa kembali ke Padang serta mendapatkan penanganan yang dibutuhkan," ujar Eri.

Sebelum dipulangkan ke Sumatera Barat, Budi dan keluarganya terlebih dahulu mendapatkan pendampingan di Cileungsi. Dalam proses tersebut, mereka diberikan pemahaman mengenai pengasuhan anak yang tepat, edukasi tentang larangan melibatkan anak dalam aktivitas mengemis maupun eksploitasi di jalanan, serta bantuan untuk melakukan perekaman data biometrik kependudukan.

Sesampainya di Padang, Dinas Sosial juga memberikan bantuan berupa paket sembako dan sejumlah kebutuhan pokok untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga pada masa awal kepulangan mereka.

Eri menegaskan, perhatian pemerintah tidak hanya sebatas memfasilitasi perjalanan pulang. Pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah lanjutan agar keluarga tersebut dapat kembali menjalani kehidupan secara layak, terutama dalam menjamin hak dan masa depan ketujuh anak mereka.

Beberapa upaya yang akan dilakukan di antaranya membantu melengkapi dokumen kependudukan, memfasilitasi anak-anak agar dapat kembali mengenyam pendidikan, serta mengupayakan akses terhadap berbagai program bantuan sosial pemerintah.

"Kami masih memiliki sejumlah pekerjaan lanjutan setelah keluarga ini tiba di Padang. Mulai dari membantu pengurusan administrasi kependudukan, mengupayakan anak-anak kembali bersekolah, hingga memastikan keluarga memperoleh pendampingan dan bantuan yang sesuai dengan kondisi mereka," jelasnya.

Pemerintah Kota Padang juga merencanakan percepatan penerbitan KTP dan KK bagi keluarga tersebut. Selain itu, ketujuh anak Budi dan Nopi akan diupayakan memperoleh kesempatan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat. Pendataan dan integrasi ke dalam sistem bantuan sosial juga menjadi bagian dari rencana penanganan berikutnya.

Tidak hanya itu, proses rehabilitasi sosial dan perlindungan terhadap anak-anak akan terus mendapatkan pengawasan. Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dilibatkan untuk melakukan pendampingan agar keluarga ini mampu membangun kehidupan yang lebih baik dan mandiri.

Kepulangan Budi dan keluarganya disambut penuh rasa syukur oleh Wendri Donal selaku perwakilan kerabat. Ia mengaku bahagia karena keluarga yang selama ini hidup dalam keterbatasan di perantauan akhirnya bisa kembali dan berkumpul bersama sanak saudara di Padang.

Wendri turut menyampaikan apresiasi kepada Pemko Padang, khususnya Dinas Sosial, serta seluruh pihak yang telah membantu proses pemulangan tersebut.

"Kami sekeluarga sangat bersyukur dan senang karena Budi, Nopi, beserta anak-anak akhirnya bisa kembali ke Padang dan berkumpul bersama keluarga. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang, khususnya Dinas Sosial, yang telah membantu proses pemulangan ini. Semoga setelah kembali ke sini, mereka bisa menjalani kehidupan yang lebih baik," ungkap Wendri.

Kegiatan reunifikasi tersebut juga dihadiri perwakilan Sentra Galih Pakuan Bogor, BBPPKS Regional I Sumatera, Lurah Balai Gadang Yufrizal Maas, sejumlah ketua RT dan RW, pendamping rehabilitasi sosial, serta tokoh pemuda setempat.

Kerja sama berbagai pihak ini diharapkan menjadi awal baru bagi Budi, Nopi, dan ketujuh anaknya untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak, sekaligus memastikan mereka mendapatkan hak dasar sebagai warga negara, terutama dalam bidang administrasi kependudukan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update