Padang, Rakyatterkini.com – Masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan melanda sejumlah daerah pada Sabtu (7/11/2026).
Mengacu pada informasi prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau yang diperbarui pukul 09.00 WIB, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, dan Pesisir Selatan.
Pada pagi hari, sebagian besar wilayah Sumbar diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, hujan ringan berpeluang turun di Kepulauan Mentawai, Kota Padang, Pesisir Selatan, serta Agam.
Memasuki siang hingga sore, kondisi cuaca diperkirakan didominasi awan. Hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, yakni Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Limapuluh Kota, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya.
Pada malam hari, cuaca diprakirakan berawan dengan peluang hujan ringan. Namun, masyarakat di Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, dan Pesisir Selatan perlu lebih waspada karena ketiga daerah tersebut berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Sementara pada dini hari, sebagian besar wilayah diperkirakan berawan. Hujan ringan berpeluang terjadi di Dharmasraya, sedangkan Kepulauan Mentawai berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Untuk kondisi atmosfer, BMKG memperkirakan suhu udara di Sumbar berada pada kisaran 18–31 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara berkisar antara 65 hingga 98 persen.
Angin diprakirakan bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 4–28 kilometer per jam.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di daerah dengan potensi hujan tinggi, agar tetap berhati-hati dan mengantisipasi kemungkinan dampak cuaca tersebut. Beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain genangan, banjir, serta tanah longsor, terutama bagi warga yang bermukim di kawasan rawan bencana.(da*)


