![]() |
| BRI Dorong Pertumbuhan Usaha Perkebunan Pepaya di Kinali |
Simpang Empat, Rakyatterkini.com - – Kesuksesan dalam membangun usaha tidak selalu harus diawali dengan modal besar maupun persiapan yang sempurna. Keberanian untuk memulai, kerja keras, serta konsistensi dalam mengembangkan usaha menjadi modal penting untuk meraih keberhasilan. Hal tersebut dibuktikan oleh Nurlela, seorang petani pepaya dari Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.
Bersama suaminya, Jualisman, Nurlela mulai merintis usaha perkebunan pepaya dengan memanfaatkan lahan yang mereka kelola. Berkat kerja keras dan ketekunan keduanya, perkebunan tersebut kini telah berkembang hingga mencapai luas 1,5 hektare dengan jumlah sekitar 1.500 batang pohon pepaya produktif.
Meski baru menjalankan usaha tersebut kurang dari satu tahun, pasangan suami istri ini tetap bersemangat mengembangkan perkebunannya. Mereka berharap usaha tersebut dapat tumbuh semakin besar dan menjadi sumber pendapatan keluarga yang mampu memberikan kesejahteraan dalam jangka panjang.
Dalam menjalankan usaha perkebunan, Nurlela dan Jualisman menyadari bahwa perawatan tanaman membutuhkan perhatian dan ketelatenan. Mulai dari pemupukan, penyiraman, hingga pengendalian hama harus dilakukan secara teratur untuk menjaga pertumbuhan tanaman sekaligus menghasilkan buah berkualitas.
Namun, keterbatasan modal untuk memenuhi kebutuhan perawatan tanaman dan biaya operasional menjadi salah satu kendala yang harus mereka hadapi. Kondisi tersebut membuat keduanya perlu mencari solusi pembiayaan agar pengembangan perkebunan dapat berjalan lebih maksimal.
Harapan itu kemudian mendapat dukungan melalui fasilitas Kredit Umum Pedesaan (KUPEDES) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Cabang Simpang Empat. Pembiayaan tersebut membantu Nurlela memenuhi kebutuhan modal untuk menunjang kegiatan operasional serta pemeliharaan kebun pepayanya.
Dengan adanya tambahan modal, pengelolaan perkebunan kini dapat dilakukan secara lebih optimal. Nurlela dan Jualisman pun semakin yakin bahwa usaha yang mereka rintis berpeluang memberikan hasil panen lebih baik dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Pimpinan BRI Cabang Simpang Empat, Fachrizzu, mengatakan bahwa BRI terus berupaya menghadirkan layanan keuangan yang mudah dijangkau oleh masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil di berbagai sektor produktif.
Menurutnya, sektor pertanian dan perkebunan merupakan bidang usaha yang memiliki peluang besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di daerah.
"BRI percaya bahwa setiap usaha memiliki peluang untuk tumbuh dan berkembang. Melalui fasilitas KUPEDES, kami berharap dapat memberikan dukungan pembiayaan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha produktifnya. Kami ingin terus hadir mendampingi pelaku usaha, termasuk petani, agar memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kesejahteraan keluarga," ujar Fachrizzu.
Ia menambahkan, dukungan layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat diharapkan mampu memperkuat keberlangsungan usaha para pelaku sektor pertanian dan perkebunan. Dengan demikian, potensi ekonomi daerah dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Perjalanan Nurlela dan Jualisman dalam membesarkan usaha perkebunan pepaya memang masih panjang. Meski demikian, keberhasilan mengelola lahan seluas 1,5 hektare dengan sekitar 1.500 batang tanaman menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi masa depan usaha mereka.
Di balik setiap tanaman yang dirawat, tersimpan harapan untuk memperoleh hasil panen melimpah, meningkatkan pendapatan, serta membangun kehidupan keluarga yang lebih sejahtera.
Melalui penyaluran KUPEDES, BRI terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha produktif di pedesaan. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu semakin banyak masyarakat mengembangkan potensi usaha, meningkatkan kemandirian ekonomi, dan mewujudkan masa depan yang lebih baik.(da)


