Sawahlunto, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Sawahlunto terus memperhatikan kebutuhan masyarakat lanjut usia (lansia), termasuk dalam pemenuhan asupan makanan yang sehat dan bergizi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) bagi lansia yang digelar di Masjid Al-Falah, Muaro Kalaban, Rabu (30/9/2026).
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra turut mendampingi anggota Komisi V DPRD Sumatera Barat, Sofyan Hendri, saat membuka kegiatan tersebut.
Program ini terlaksana melalui kerja sama Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat dengan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Sumbar.
Dalam kegiatan itu, Dr. Denas Symond, MNC, yang merupakan dosen sekaligus peneliti Universitas Andalas, hadir sebagai narasumber. Ia memberikan pemahaman kepada para lansia mengenai cara memilih, mengolah, dan mengonsumsi makanan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh pada usia lanjut.
Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman lansia mengenai pola makan yang tepat sehingga mereka mampu menjaga kesehatan, kebugaran, serta mencegah kekurangan maupun kelebihan asupan gizi.
Wali Kota Riyanda Putra mengatakan, pengetahuan mengenai pangan dan gizi merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia. Menurutnya, kebutuhan nutrisi pada usia lanjut berbeda dengan kelompok usia yang lebih muda sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan aktivitas masing-masing.
“Karena itu, edukasi ini tidak hanya membahas jenis makanan, tetapi juga bagaimana memilih dan mengolahnya sehingga mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Riyanda.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Sofyan Hendri atas dukungan pokir yang memungkinkan program dari tingkat provinsi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Sawahlunto.
Riyanda selanjutnya meminta organisasi perangkat daerah terkait berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan agar materi edukasi B2SA dapat diintegrasikan dengan program Sekolah Lansia.
Program Sekolah Lansia sebelumnya telah dijalankan Dinkesdalduk-KB di Desa Talawi Mudiak dan Kelurahan Kubang Sirakuk Selatan.
Menurutnya, keterpaduan berbagai program tersebut diharapkan tidak hanya membantu lansia menjaga kondisi fisik, tetapi juga meningkatkan pengetahuan dan kemandirian mereka dalam mengatur pola konsumsi pangan.
Dengan demikian, para lansia di Sawahlunto diharapkan dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat sekaligus mampu menjaga kebutuhan gizinya secara mandiri.(benny)


