Notification

×

Iklan

Vasko Dorong Produk Unggulan Nagari Tembus Pasar Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:10 WIB Last Updated 2026-10-31T02:37:34Z

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy saat diwawancarai

Dharmasraya, Rakyatterkini.com — Pengalaman sederhana Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, saat mencari rendang melalui marketplace ternyata menjadi awal lahirnya gagasan program Nagari Creative Hub (NCH).

Ketika hendak membeli rendang secara online, Vasko menemukan fakta bahwa banyak toko yang menawarkan kuliner khas tersebut justru berasal dari luar Sumatera Barat. Kondisi itu membuatnya mempertanyakan sejauh mana produk unggulan daerah telah memanfaatkan peluang perdagangan digital.

Padahal, Sumatera Barat dikenal sebagai daerah asal rendang yang memiliki beragam kekhasan. Pengalaman tersebut kemudian mendorong Vasko menggagas NCH sebagai wadah untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memasarkan produk mereka melalui platform digital sehingga dapat menjangkau konsumen lebih luas.

“Awalnya saya ingin membeli rendang melalui marketplace. Namun, setelah melihat sejumlah toko yang menjual, ternyata banyak berasal dari luar Sumbar. Padahal rendang merupakan makanan khas Sumatera Barat. Dari pengalaman itulah muncul ide untuk menghadirkan NCH,” kata Vasko saat meresmikan NCH Sungai Duo di Kabupaten Dharmasraya, Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, tantangan yang dihadapi pelaku UMKM bukan hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memastikan produk tersebut dikenal dan mampu menembus pasar yang lebih luas.

Vasko menjelaskan, rendang sendiri memiliki banyak variasi yang mencerminkan kekayaan bahan pangan dan tradisi kuliner di setiap daerah Sumbar. 

Di wilayah Tanah Datar, Bukittinggi, Agam, hingga Payakumbuh, rendang umumnya diolah menggunakan daging sapi. Sementara itu, masyarakat di kawasan pesisir juga memiliki olahan rendang dengan bahan dasar hasil laut.

“Rendang memiliki banyak jenis, mulai dari rendang daging hingga rendang berbahan seafood di daerah pesisir. Potensi dan kekayaan kuliner ini perlu diperkenalkan kepada masyarakat luas, khususnya konsumen di luar Sumbar. Produk lokal harus mampu memanfaatkan pemasaran online agar peluang ekonominya semakin besar,” tuturnya.

Melalui program NCH, para pelaku UMKM akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan untuk mengoptimalkan pemasaran melalui berbagai platform digital. Pendampingan tersebut melibatkan praktisi berpengalaman yang memiliki kompetensi di bidang pemasaran digital dan telah memiliki rekam jejak di tingkat nasional.

Dengan konsep tersebut, NCH diharapkan tidak sekadar menjadi tempat aktivitas ekonomi secara langsung, tetapi juga pusat pengembangan kemampuan pelaku usaha agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan perilaku belanja masyarakat.

Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani. Ia menilai kehadiran NCH menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing produk UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat nagari.

“Terima kasih Uda Vasko. Saya yakin program ini bisa menjadi solusi untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Annisa.

NCH Sungai Duo menjadi lokasi pertama penerapan program tersebut di Kabupaten Dharmasraya. Nagari ini juga termasuk dalam 13 nagari yang ditetapkan sebagai kawasan percontohan awal pengembangan Nagari Creative Hub di Sumatera Barat.

Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan produk-produk unggulan nagari tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal, tetapi juga dapat menembus pasar nasional dengan dukungan teknologi dan pemasaran digital. (adpsb/bud)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update