Notification

×

Iklan

Semen Padang Tingkatkan Kapasitas Pengurus Forum Nagari

Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:24 WIB Last Updated 2026-10-28T03:24:00Z

PT Semen Padang Perkuat Kapasitas Pengurus Forum Nagari

Padang, Rakyatterkini.com – PT Semen Padang terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan Program Basinergi Mambangun Nagari (BMN) melalui pelatihan bagi pengurus Forum Nagari dan Forum Pemberdayaan Masyarakat. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan pengurus dalam merencanakan, mengelola, dan mengawasi program agar lebih transparan, terarah, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pelatihan yang diselenggarakan Unit Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang tersebut berlangsung selama dua hari, pada 22–23 Oktober 2026, di Diklat PT Semen Padang. Pesertanya merupakan pengurus Forum Nagari dan Forum Pemberdayaan Masyarakat dari 12 kelurahan di tiga kecamatan di Kota Padang yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes. Dalam pelaksanaannya, pelatihan menghadirkan Koordinator Local Community Organizer (LCO) Program BMN, Zulmaidi, serta LCO Kelurahan Tarantang, Dodi Putra Tanjung, sebagai pemateri.

Dalam sambutannya, Hernes menyampaikan bahwa Forum Nagari dan Forum Pemberdayaan Masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan di tingkat kelurahan. Kedua lembaga tersebut menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus terlibat dalam menentukan arah program pemberdayaan.

Ia menjelaskan, pengurus forum bertanggung jawab menghimpun kebutuhan warga, menyusun rencana kegiatan, hingga memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan. Karena itu, peningkatan kompetensi pengurus diperlukan agar setiap tahapan pengelolaan program dapat dilakukan secara efektif dan melibatkan partisipasi masyarakat.

Hernes menambahkan, keberhasilan Program BMN tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan anggaran. Kualitas sumber daya manusia yang bertugas mengelola program juga menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan dan keberlanjutan manfaat yang dihasilkan.

“Di tengah tantangan tata kelola dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks, investasi terbaik yang bisa kita lakukan adalah investasi sumber daya manusia melalui pelatihan peningkatan kapasitas seperti ini,” ujarnya.

Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan semakin memahami ketentuan yang berlaku, sistem administrasi, serta prinsip tata kelola program yang baik. Selain itu, mereka juga didorong untuk meningkatkan kemampuan dalam menggali potensi lokal dan mengidentifikasi persoalan yang menjadi prioritas masyarakat di wilayah masing-masing.

Dengan pemahaman tersebut, pengurus forum diharapkan mampu menyusun rencana kegiatan yang didasarkan pada kondisi nyata di lapangan. Perencanaan yang matang dinilai penting agar program yang dijalankan tidak sebatas memenuhi agenda kegiatan, tetapi juga mampu menghasilkan perubahan positif secara berkelanjutan.

Hernes juga mengingatkan pentingnya membangun kerja sama antara Forum Nagari, Forum Pemberdayaan Masyarakat, pemerintah kelurahan, lembaga adat, dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan program yang disusun sejalan dengan kebutuhan warga dan prioritas pembangunan daerah.

Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan dengan sebaik-baiknya, termasuk melalui diskusi aktif dan pertukaran pengalaman selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, peningkatan kapasitas ini menjadi kesempatan bagi pengurus untuk memperbaiki kualitas pengelolaan organisasi agar semakin profesional, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Lebih lanjut, Hernes menegaskan bahwa PT Semen Padang ingin memastikan dana CSR yang disalurkan melalui Program BMN dapat menjangkau masyarakat secara luas dan merata. Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya dirasakan oleh kelompok tertentu, melainkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat di wilayah binaan perusahaan.

Oleh sebab itu, pengurus forum dituntut mampu mengolah aspirasi warga menjadi program yang sesuai dengan kebutuhan dan memiliki manfaat yang jelas. Dengan pendekatan tersebut, dukungan perusahaan diharapkan dapat berkontribusi secara optimal terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Koto Lua, Novial, menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberikan kesempatan kepada pengurus untuk memperdalam pengetahuan sekaligus mempererat hubungan antarlembaga yang terlibat dalam pelaksanaan Program BMN.

Menurut Novial, pertemuan antarpengurus juga menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman, mendiskusikan kendala yang dihadapi, serta mencari solusi terhadap berbagai persoalan dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat.

Ia berharap pelatihan peningkatan kapasitas dapat dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga kompetensi para pengurus semakin baik. Dengan demikian, pelaksanaan Program BMN di setiap kelurahan dapat berjalan lebih optimal dan menghasilkan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendukung peningkatan kualitas pengurus forum dan memperkuat pelaksanaan Program BMN agar setiap program yang dijalankan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Novial.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update