Padang, Rakyatterkini.com – Manajemen Semen Padang FC menegaskan komitmennya untuk membawa klub kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari penyediaan anggaran, pemenuhan fasilitas latihan, hingga pembentukan skuad yang diharapkan mampu memenuhi target juara Liga 2 musim ini.
Meski Kabau Sirah masih menempati posisi keenam klasemen sementara setelah menjalani enam pertandingan, manajemen menyatakan seluruh kebutuhan operasional klub telah dipersiapkan secara maksimal untuk menunjang perjalanan tim sepanjang kompetisi.
Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan di markas tim yang berada di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Dalam kesempatan itu, Chief Operating Officer (COO) Semen Padang FC Braditi Moulevey dan Asisten Manajer Wahyu Hidayat berdiskusi bersama jurnalis olahraga senior Sumatera Barat, Rakhmatul Akbar, mengenai berbagai strategi yang diterapkan untuk menjaga eksistensi dan prestasi klub kebanggaan masyarakat Ranah Minang.
Persiapan Panjang dan Kepercayaan kepada Tim Pelatih
Sejak awal pembentukan tim, Presiden Klub Semen Padang FC, Andre Rosiade, bersama jajaran manajemen telah menetapkan sasaran utama, yakni meraih gelar juara Liga 2. Target tersebut diwujudkan melalui persiapan yang dirancang jauh sebelum kompetisi resmi dimulai.
Semen Padang FC menjalani masa pramusim selama dua hingga tiga bulan. Persiapan tersebut mencakup pemusatan latihan atau training camp (TC) di Yogyakarta serta lima pertandingan uji coba untuk meningkatkan kesiapan pemain.
Selain itu, Kabau Sirah juga berlatih di Lapangan Madya Senayan, Jakarta, dan mendapat kesempatan menjalani pertandingan persahabatan melawan Persija Jakarta, klub yang berlaga di Liga 1.
Asisten Manajer Semen Padang FC, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa target juara yang dicanangkan sejak awal diikuti dengan dukungan nyata dari manajemen, baik dari segi pendanaan maupun penyediaan sarana latihan.
Menurutnya, berbagai kebutuhan tim telah diupayakan agar para pemain dapat menjalani persiapan secara optimal sebelum menghadapi persaingan di kompetisi.
Dalam menyusun komposisi 35 pemain, manajemen juga memberikan kewenangan kepada tim pelatih sebelumnya untuk menentukan pemain sesuai kebutuhan taktik dan hasil evaluasi berdasarkan data. Manajemen menegaskan bahwa proses perekrutan dilakukan berdasarkan kebutuhan tim, bukan karena adanya kepentingan pihak tertentu.
Dukungan tersebut turut terlihat dari perekrutan pemain berpengalaman, termasuk Ilija Spasojevic dan Stefano Lilipaly, yang disebut menjadi bagian dari rencana penguatan skuad.
Wahyu menjelaskan, manajemen berupaya memenuhi rekomendasi tim pelatih, termasuk ketika dibutuhkan pemain dengan kualitas dan pengalaman tinggi. Besarnya anggaran yang diperlukan tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan tim dalam mengejar target prestasi.
Untuk memperkuat aspek teknis, manajemen turut melibatkan legenda sepak bola Sumatera Barat, Suhatman Iman, sebagai penasihat teknis. Kehadirannya diharapkan dapat membantu proses evaluasi dan menjadi rekan diskusi bagi jajaran pelatih dalam meningkatkan kualitas permainan tim.
Selesaikan Persoalan Lama, Jaga Keberlangsungan Klub
Selain membangun kekuatan tim untuk musim ini, manajemen Semen Padang FC juga menghadapi pekerjaan besar dalam menyelesaikan persoalan yang diwariskan dari periode sebelumnya.
Salah satu tantangan tersebut adalah sanksi FIFA yang berkaitan dengan tunggakan kewajiban kepada pemain pada musim terdahulu. Manajemen saat ini mengambil langkah untuk menuntaskan persoalan tersebut dengan mengalokasikan dana hingga miliaran rupiah agar klub dapat mempertahankan haknya untuk berkompetisi.
Wahyu menyampaikan bahwa keterlibatan Andre Rosiade bersama jajaran manajemen tidak terlepas dari kepedulian terhadap masa depan Semen Padang FC. Mereka berupaya memastikan klub tetap bertahan dan tidak kehilangan kesempatan untuk melanjutkan kiprahnya di sepak bola nasional.
Ia menambahkan, persoalan yang berasal dari periode sebelumnya tetap harus diselesaikan demi kepentingan klub secara keseluruhan.
Upaya pembenahan juga dilakukan terhadap komposisi pemain asing. Setelah evaluasi awal musim menunjukkan perlunya penyesuaian dengan karakter permainan Liga 2 yang menuntut kecepatan, manajemen bersedia menanggung biaya kompensasi pemutusan kontrak yang mencapai miliaran rupiah.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan komposisi pemain yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan permainan dan meningkatkan daya saing tim.
Tegaskan Pengelolaan Klub Berjalan Profesional
Di tengah berbagai sorotan terhadap pengelolaan klub, Braditi Moulevey menegaskan bahwa operasional Semen Padang FC dijalankan berdasarkan prinsip profesionalisme olahraga. Ia membantah anggapan yang menghubungkan aktivitas manajemen klub dengan kepentingan politik praktis.
Braditi menjelaskan bahwa urusan politik dan pengelolaan klub memiliki ruang lingkup serta tanggung jawab masing-masing. Menurutnya, pembahasan di lingkungan Semen Padang FC berfokus pada kebutuhan tim, strategi peningkatan performa, dan pencapaian hasil terbaik dalam kompetisi.
Ia juga menegaskan bahwa lingkungan klub tidak dimanfaatkan sebagai tempat untuk melakukan kegiatan kampanye politik, baik kepada pemain maupun suporter.
Komitmen profesionalisme itu, lanjutnya, juga tercermin dalam proses penunjukan pelatih kepala pada awal musim yang didasarkan pada rekam jejak dan pertimbangan profesional. Latar belakang afiliasi politik pelatih yang berbeda dengan presiden klub disebut tidak menjadi faktor penentu dalam pengambilan keputusan tersebut.
Terkait video dari ruang ganti yang sempat beredar menjelang pertandingan melawan PSPS Pekanbaru, Braditi memberikan penjelasan bahwa momen itu merupakan bagian dari diskusi setelah rapat teknis.
Dalam penjelasannya, pelatih kepala saat itu meminta masukan tambahan dari manajemen mengenai hasil pengamatan terhadap calon lawan. Situasi tersebut, menurutnya, bukan bentuk campur tangan manajemen terhadap kewenangan pelatih dalam menentukan strategi dan keputusan teknis di lapangan.
Investasi Manajemen Dinilai Layak Mendapat Apresiasi
Jurnalis olahraga senior Sumatera Barat, Rakhmatul Akbar, turut memberikan pandangannya mengenai langkah yang dilakukan manajemen Semen Padang FC. Pria yang akrab disapa Camai itu menilai investasi besar yang dilakukan sejak awal musim merupakan upaya penting dalam membangun fondasi klub.
Ia menilai, dukungan finansial dan persiapan yang telah dilakukan menjadi alasan wajar bagi manajemen maupun masyarakat untuk menaruh harapan tinggi terhadap pencapaian tim.
Menurut Camai, pembentukan kerangka skuad sejak jauh hari menunjukkan adanya keseriusan dalam mempersiapkan tim menghadapi kompetisi. Karena itu, upaya manajemen dalam memenuhi kebutuhan pemain dan menunjang persiapan tim patut mendapat perhatian.
Meski demikian, besarnya dukungan tersebut juga membawa harapan agar Semen Padang FC mampu menunjukkan hasil yang sebanding melalui performa yang konsisten dan pencapaian positif di setiap pertandingan.
Melalui serangkaian langkah pembenahan, pemenuhan fasilitas, serta penyelesaian persoalan klub, manajemen berharap seluruh elemen tim dapat bekerja secara maksimal. Dukungan masyarakat Sumatera Barat juga diharapkan terus mengalir agar Kabau Sirah mampu memperbaiki posisi di klasemen dan menjaga peluang meraih gelar juara Liga 2 musim ini.(da*)


