Notification

×

Iklan

Sekretariat PPP Pessel Digembok Tim Formatur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:22 WIB Last Updated 2026-10-01T05:22:00Z

Tim Formatur Segel Sekretariat PPP Pesisir Selatan

Pessel, Rakyatterkini.com – Konflik terkait kepengurusan DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pesisir Selatan berujung pada aksi pemalangan kantor sekretariat. Tim formatur menggembok Sekretariat DPC PPP Pesisir Selatan pada Rabu (30/9/2026).

Tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk keberatan terhadap Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPC PPP Pesisir Selatan yang menunjuk Yunesel Indra sebagai ketua.

Sekitar pukul 15.00 WIB, belasan kader PPP mendatangi kantor sekretariat. Mereka membawa sejumlah balok kayu yang kemudian dipasang untuk menghalangi akses masuk ke gedung tersebut.

Tim formatur menyebut keputusan penetapan ketua tidak sejalan dengan hasil Musyawarah Cabang (Muscab) PPP Pesisir Selatan. Dalam forum tersebut, Armadi disebut telah ditetapkan sebagai ketua terpilih.

Salah satu anggota tim formatur dari PAC PPP Kecamatan Lengayang, Sosrizal, mengatakan pemalangan dilakukan hingga terdapat kepastian mengenai persoalan kepengurusan partai di daerah tersebut.

“Akibat penolakan ini, kantor DPC Kabupaten Pesisir Selatan kami palang sampai batas waktu yang belum ditentukan,” kata Sosrizal, Rabu (30/9/2026).

Ia menambahkan, seluruh kegiatan di Sekretariat DPC PPP Pesisir Selatan untuk sementara dihentikan. Langkah itu akan dilakukan sampai persoalan mengenai kepemimpinan DPC mendapatkan penyelesaian.

Sosrizal menjelaskan, tim formatur penyusunan kepengurusan DPC PPP Pesisir Selatan terdiri atas empat perwakilan PAC, satu perwakilan DPC dan satu unsur dari DPW.

Empat PAC yang terlibat yakni PAC Koto XI Tarusan, Lengayang, Airpura, serta Pancung Soal.

Menurut Sosrizal, tim formatur sebelumnya telah menggelar Muscab pada 9 Juni 2026. Hasil musyawarah tersebut kemudian disampaikan kepada DPW PPP Sumatera Barat.

“Yang terjadi di Pesisir Selatan berbeda dengan keputusan Muscab. Apa yang diputuskan dalam Muscab berbeda dengan rekomendasi DPW. Kami menduga ada tindakan sabotase dari Ketua DPW dan persoalan ini harus diselesaikan,” ujarnya.

Ia sekaligus menyampaikan mosi tidak percaya terhadap Ketua DPW PPP Sumatera Barat serta menyatakan penolakan atas SK yang mengangkat Yunesel Indra sebagai Ketua DPC PPP Pesisir Selatan.

“Yang dipilih dalam Muscab adalah Armadi, bukan Yunesel Indra. Artinya, hasil Muscab tidak digunakan,” katanya.

Sosrizal memastikan pihaknya akan membawa polemik tersebut ke Mahkamah Partai. Langkah itu ditempuh untuk memperjuangkan hasil Muscab yang telah dilaksanakan sebelumnya.

“Kami akan membawa persoalan ini ke Mahkamah Partai. Kantor tetap kami segel sampai DPP mengeluarkan keputusan,” tegasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada DPW PPP Sumatera Barat dan Yunesel Indra selaku pihak yang ditetapkan sebagai Ketua DPC PPP Pesisir Selatan masih dilakukan untuk memperoleh keterangan dari kedua pihak.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update