Notification

×

Iklan

Sawahlunto Kembangkan Pertanian Modern di Desa Salak

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:33 WIB Last Updated 2026-10-27T04:33:00Z

Pemerintah Kota Sawahlunto terus mendorong pengembangan sektor pertanian

Sawahlunto, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Sawahlunto terus mendorong pengembangan sektor pertanian sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. 

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, meninjau langsung pengembangan lahan pangan dan hortikultura di Desa Salak, Kecamatan Talawi, Senin (26/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan Sawahlunto yang selama ini dikenal sebagai kota tambang menjadi daerah yang memiliki sektor pertanian produktif dan berdaya saing.

Dalam peninjauan itu, Riyanda melihat penerapan sistem pertanian terpadu yang menggabungkan penggunaan teknologi modern, pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga perusahaan.

Wali Kota juga mengikuti panen cabai bersama Kelompok Tani Taye dan BUMDes Desa Salak. Hasil panen tersebut menunjukkan manfaat penerapan sistem pompanisasi dan irigasi perpipaan yang didukung Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian untuk mengatasi keterbatasan pasokan air di lahan pertanian.

Selain itu, Riyanda menyaksikan demonstrasi penggunaan drum seeder untuk penanaman padi serta traktor roda dua untuk pengolahan tanah. Penerapan kedua teknologi tersebut diharapkan dapat mengurangi kebutuhan tenaga kerja hingga 40 persen sekaligus membuat proses penanaman lebih merata.

Pengembangan pertanian modern di Desa Salak turut melibatkan Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Barat melalui skema Advanced Agriculture System (PM AAS). Program ini diarahkan untuk menjadikan Desa Salak sebagai lokasi percontohan pertanian yang memanfaatkan data dan mekanisasi dalam proses produksi.

Upaya modernisasi juga didukung penerapan prinsip ekonomi sirkular. PLN Indonesia Power UBP Ombilin Sijantang memberikan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), berupa pupuk berbahan fly ash and bottom ash (FABA), traktor, serta benih unggul.

Pemanfaatan FABA menjadi salah satu bentuk pengolahan material sisa pembangkit untuk mendukung kebutuhan sektor pertanian.

Riyanda menegaskan, keberhasilan program tidak cukup diukur dari hasil panen semata. Menurutnya, evaluasi menyeluruh diperlukan agar setiap kendala dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi yang tepat.

"Kita tidak ingin program berhenti di panen. Saya minta semua pihak, dari BRMP, BUMDes, Kelompok Tani, hingga PLN, mengevaluasi secara jujur. Apa yang berhasil, apa kendalanya, dan solusi apa yang dibutuhkan. Data evaluasi inilah yang akan jadi dasar kita untuk mereplikasi model ini ke desa lain," ujar Riyanda saat kegiatan berlangsung.

Ia berharap hasil evaluasi tersebut dapat menjadi acuan untuk memperluas penerapan sistem pertanian serupa ke wilayah lain di Sawahlunto.

Pengembangan pertanian di Desa Salak juga mencerminkan tiga arah kebijakan strategis pemerintah daerah.

Pertama, memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produksi lokal, khususnya komoditas cabai dan beras, sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dengan lebih baik di tengah perubahan harga pangan.

Kedua, membangun kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Kementerian Pertanian, BRMP Sumatera Barat, PLN Indonesia Power, pemerintah desa melalui BUMDes, serta kelompok tani. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat pengembangan pertanian yang berkelanjutan.

Ketiga, mendorong regenerasi petani melalui pemanfaatan alat dan teknologi pertanian modern. Mekanisasi diharapkan dapat mengurangi beban pekerjaan sekaligus meningkatkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

Apabila pengembangan di Desa Salak berjalan konsisten dan memberikan hasil sesuai target, Kecamatan Talawi berpeluang berkembang menjadi salah satu sentra hortikultura baru di Sumatera Barat. Kawasan tersebut diharapkan dapat memasok kebutuhan pangan Sawahlunto dan daerah sekitarnya dalam beberapa tahun mendatang.

Dengan langkah ini, Pemko Sawahlunto berupaya memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan teknologi dan kerja sama berbagai pihak. (benny)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update