Jakarta, Rakyatterkini.com – Puluhan santri dan santriwati dari sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, harus mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gejala yang diduga akibat keracunan makanan. Mereka sebelumnya menyantap nasi bungkus yang disediakan panitia melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.
Gejala yang dialami para santri meliputi sakit perut, pusing, mual, hingga muntah. Keluhan tersebut mulai muncul sekitar enam hingga sepuluh jam setelah mereka mengonsumsi makanan yang disajikan saat kegiatan resmi pemerintah daerah.
Pimpinan Pondok Pesantren Mazilah Darussalam, Ustaz Muhammad Fahrul Yusuf, mengungkapkan bahwa sebanyak 38 santri dan santriwati dari pesantren yang berlokasi di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, mengalami gangguan kesehatan.
Ia menjelaskan, panitia menyediakan empat jenis paket makan siang, yaitu nasi kotak dengan lauk daging, nasi bungkus berlauk ayam, serta dua pilihan nasi bungkus dengan lauk ikan nila.
Para santri dari pesantrennya menerima nasi bungkus dengan lauk ikan nila. Makanan tersebut diduga sudah tidak layak dikonsumsi karena kondisinya diperkirakan telah basi.
Keluhan kesehatan mulai dirasakan para santri pada Kamis malam (22/10/2026) hingga Jumat dini hari. Sebelumnya, mereka mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang diselenggarakan di Lapangan Kantor Pemkab Deli Serdang.
Karena kondisi sejumlah santri semakin memburuk, mereka terlebih dahulu dibawa ke Klinik Supi Sehat untuk memperoleh pertolongan medis.
Mengetahui kejadian tersebut, anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang dari Fraksi Partai Gerindra, Muhammad Dahnil Ginting, mendatangi lokasi dan membantu proses penanganan para korban. Ia turut memfasilitasi rujukan puluhan santri ke Rumah Sakit Haji Medan agar mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Salah seorang santri yang menjadi korban, Haifal Habibi, mengaku mulai merasakan sakit setelah mengonsumsi nasi bungkus berlauk ikan nila yang dibagikan panitia.
Ia mengatakan, rasa sakit pada perut disertai pusing, mual, dan muntah muncul sejak sore hingga malam hari. Kondisinya semakin lemah, sementara sejumlah teman lainnya juga mengalami keluhan serupa.
Pihak Rumah Sakit Haji Medan membenarkan bahwa lebih dari 30 santri telah mendapatkan penanganan medis. Pasien yang kondisinya mulai stabil diperbolehkan melanjutkan pemulihan melalui rawat jalan, sedangkan mereka yang masih membutuhkan perawatan harus menjalani rawat inap dan observasi.
Direktur RS Haji Medan, dr. Yulinda Evi Nasution, menyampaikan bahwa seluruh santri yang ditangani pihak rumah sakit terus dipantau kondisi kesehatannya. Penentuan rawat jalan atau rawat inap dilakukan berdasarkan perkembangan kondisi masing-masing pasien.
Atas kejadian tersebut, pihak pondok pesantren bersama jajaran DPRD meminta Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memberikan perhatian serius dan bertanggung jawab atas insiden yang menimpa para santri dalam kegiatan resmi pemerintah daerah tersebut.
Hingga penanganan medis berlangsung, dugaan penyebab keracunan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Temuan mengenai kondisi makanan juga perlu diverifikasi oleh pihak berwenang.(da*)


