Jakarta, Rakyatterkini.com – PSMS Medan menghadapi sejumlah tantangan menjelang pertandingan pekan keenam Pegadaian Championship 2026 melawan Semen Padang FC. Selain persoalan disiplin pemain yang berujung kartu merah, tim berjuluk Ayam Kinantan itu juga perlu membenahi pertahanan, khususnya dalam mengantisipasi serangan balik lawan.
Duel bertajuk Derbi Sumatra tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (17/10/2026) pukul 15.00 WIB di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi.
Menjelang laga penting ini, PSMS yang diasuh Eko Purdjianto harus mengevaluasi sejumlah kelemahan setelah tiga pertandingan tandang terakhir mereka diwarnai kartu merah. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap keseimbangan permainan dan upaya tim meraih hasil maksimal.
Rangkaian kartu merah itu diawali dengan diusirnya Rudi N. Rajak pada menit ke-57 ketika PSMS bertandang ke markas Sumsel United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu (13/9/2026). Meski harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain, PSMS tetap mampu membawa pulang hasil imbang 2-2.
Persoalan serupa kembali terjadi saat PSMS menghadapi Adhyaksa FC Bekasi di Stadion Patriot Candrabhaga, Minggu (27/9/2026). Arsyaq Gufran Rachmadhan menerima kartu merah pada menit ke-76. Namun, PSMS masih berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 dalam pertandingan tersebut.
Nasib berbeda dialami PSMS ketika melawat ke markas PSPS Pekanbaru di Stadion Kaharuddin Nasution, Minggu (11/10/2026). Rizdjar Nurviat Subagja harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah mendapat kartu merah pada menit ke-31.
Bermain dengan jumlah pemain yang tidak lengkap selama sebagian besar pertandingan membuat PSMS kesulitan menjaga keseimbangan permainan. Situasi tersebut turut menguras tenaga pemain hingga akhirnya mereka kalah 1-2 dari tuan rumah.
Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, mengakui bahwa kehilangan pemain akibat kartu merah berdampak besar terhadap strategi dan performa tim di lapangan.
Menurutnya, sebelum insiden kartu merah terjadi dalam pertandingan terakhir, PSMS mampu mengendalikan jalannya permainan. Namun, berkurangnya jumlah pemain membuat tim kesulitan mempertahankan dominasi.
“Ya, main 11 lawan 11 itu menguntungkan buat kami. Kemarin sebelum kartu merah, kami menguasai pertandingan. Adanya kartu merah membuat fokus pemain juga berkurang, karena pemain capek dan jumlahnya jadi berkurang,” ujarnya, Rabu (14/10/2026).
Eko menjelaskan bahwa tim pelatih tidak melarang pemain tampil agresif dalam pertandingan. Meski demikian, para pemain diminta lebih cermat mengambil keputusan agar tidak melakukan pelanggaran yang berujung pada hukuman berat.
“Bukan kami larang mereka buat pelanggaran, tapi ya pemain yang tahu di lapangan. Kami hanya berharap tidak ada lagi kartu merah ke depannya,” tegasnya.
Selain kedisiplinan, lini belakang PSMS juga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Kekalahan dari PSPS Pekanbaru memperlihatkan kelemahan tim dalam mengantisipasi perubahan situasi permainan dan serangan balik cepat.
Gol Hamzah Depan pada menit kedelapan menjadi salah satu momen yang merugikan PSMS. Kelengahan barisan pertahanan dalam membaca pergerakan lawan membuat penjaga gawang M. Natshir Fadhil Mahbuby harus memungut bola dari gawangnya.
Eko mengakui bahwa timnya belum cukup baik dalam mengantisipasi serangan balik. Ia memastikan kelemahan tersebut akan menjadi bahan evaluasi sebelum menghadapi Semen Padang FC yang berpotensi memberikan tekanan melalui lini serangnya.
“Kami lengah, kami kalah di serangan balik hingga jadi gol. Ke depannya, akan kami perbaiki,” kata Eko.
Kekalahan dari PSPS Pekanbaru juga berdampak terhadap posisi PSMS dalam persaingan klasemen sementara. Tim asal Medan tersebut gagal mempertahankan posisi teratas dan kini turun ke peringkat ketiga dengan raihan 10 poin.
Sementara itu, PSPS Pekanbaru naik ke puncak klasemen dengan koleksi 12 poin. Persikad Depok menempati posisi kedua dengan jumlah poin yang sama.
Dengan persaingan papan atas yang semakin ketat, pertandingan melawan Semen Padang FC menjadi kesempatan penting bagi PSMS untuk memperbaiki performa sekaligus kembali bersaing dalam perebutan posisi teratas. Konsistensi permainan, kedisiplinan pemain, serta kemampuan meredam serangan balik akan menjadi faktor penting bagi Ayam Kinantan dalam menghadapi laga tersebut.(da*)


